RMOL Partai Golkar mengharapkan dapat Jokowi effect untuk mendongkrak perolehan suara partai. Untuk tes awal, popularitas tinggi yang dimiliki Jokowi akan dimanfaatkan buat muluskan jagoan Golkar yang maju di pilkada.
PasCa mendeklarasikan duÂkungan terhadap Jokowi untuk maju kembali di Pilpres 2019, Partai Golkar terus aktif blusuÂkan ke daerah-daerah. Gambar muka Jokowi mulai menghiasi spanduk dan baliho-baliho Partai Golkar di daerah.
Kemarin, saat melantik 279 pengurus DPP Partai Golkar, Setya Novanto kembali menginÂtruksikan seluruh kadernya untuk memenangkan Jokowi. Seluruh kadernya di daerah diperintahkan untuk memasang gambar Jokowi di setiap acara yang diselenggarakan pengurus Golkar di daerah.
"Untuk mendukung pencaloÂnan Pak Jokowi, pasang gambar, pasang foto di baliho, spanÂduk billboard," ujar Novanto di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin.
Instruksi itu juga diberikan keÂpada setiap calon kepala daerah yang akan maju pada pilkada mendatang. Ia meminta, agar gambar Jokowi juga diikutsertaÂkan di dalam setiap baliho yang dipasang di jalan-jalan.
"Buat desain baliho semenarik mungkin. Sehingga itu juga berdampak positif bagi Golkar ke depan," ujarnya.
Selain itu, Novanto juga memÂinta agar pengurus DPP Golkar menyusun rencana strategis, rencana operasioal dan renÂcana pelaksanaan pemenangan pemilu. Tak hanya untuk meÂmenangkan pilpres, tetapi juga pilkada serentak serta pemilu legislatif mendatang.
Bekas Ketua DPR ini mengÂingatkan, momentum pilkada nanti harus sebagai ajang konÂsolidasi dalam mendukung program-program pemerintah. Namun, Setya mengklaim, tak akan ada sanksi bagi calon kepala daerah sokongan Golkar yang tak menampilkan waÂjah Jokowi. Justru itu lanta ran basis massa Golkar yang menghendaki Presiden Jokowi memimpin dua periode.
"Saya rasa, semua kita seÂrahkan kepada daerah. Sampai sekarang, justru daerah lah yang minta (memuat gambar Jokowi). Jadi, kita tak perlu beri sanksi apa-apa," ujar Novanto.
Sebelumnya, Novanto memÂbantah bila keputusan menÂgusung Jokowi di pilpres nanti karena keinginannya untuk maju sebagai cawapres. "Secara pribadi saya tidak punya ambisi apapun kecuali ingin membÂesarkan partai dalam tiga tahun ini. Tidak ada pemikiran untuk menjadi pejabat apapun," kata Novanto dalam keterangan perÂsnya, kemarin.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menilai elektabilitas Partai Golkar bisa meningkat setelah memutuskan menduÂkung Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.
Golkar bisa jadi merebut banÂyak suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dikenal publik tidak memiÂliki hubungan harmonis dengan Jokowi.
"Seringkali PDIP melihat Jokowi sebagai ancaman, buÂkan peluang. Misal naiknya suara PDI-P tidak dilihat sebagai bagian dari kerja keras Jokowi. Tentu yang akan mendapat getah positifnya Golkar," kata Burhanudin.
Survei SMRC menunjukkan, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi semakin meningkat menjadi 67 persen pada Juni 2016 ini. Elektabilitas Jokowi apabila Pilpres 2019 digelar sekarang pun masih teratas dibanding nama-nama lain.
Burhanudin menilai, Golkar cukup cerdas melihat kondisi ini untuk meningkatkan elekÂtabilitas yang sempat terpuruk pasca dualisme kepemimpinan yang terjadi.
"Data kami ketika Golkar di luar pemerintahan sebagai komandan KMP, elektabiliÂtas cuma 10 persen, sekarang ketika dukung Jokowi naik jadi 15 persen," ucap Burhanudin. ***