Berita

Risma-Ahok/Net

Politik

Ahok Harus Segera Ke Surabaya Minta Maaf Ke Risma

JUMAT, 12 AGUSTUS 2016 | 10:30 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama disarankan untuk datang ke Surabaya dan meminta maaf langsung kepada Walikota Tri Rismaharini. Hal ini penting untuk mencegah konflik horizontal.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menyarankan demikian terkait kemarahan Risma karena Ahok memandang kecil Surabaya.

"Jangan sampai ucapan ngawur Ahok memancing kemarahan warga Surabaya. Makanya dia harus datang ke Surabaya untuk meminta maaf kepada Risma selaku kepala daerah Surabaya," kata Emrus saat dihubungi RMOLJakarta, Jumat (12/8).


Menurutnya, pernyataan Ahok yang menyebutkan Surabaya cuma seluas Jakarta Selatan, semakin menguatkan penilaian publik bahwa selama ini pria asal Belitung Timur itu memang tidak menguasai data dan fakta. [Baca: Risma: Kalau Merasa Kinerjanya Bagus, Ahok Tak Perlu Takut Kalah]

"Padahal Risma itu jauh lebih berhasil dalam memimpin Surabaya. Buktinya dengan APBD Rp 7,2 triliun, Surabaya makin maju dan sejahtera. Sedangkan APBD Jakarta sebesar Rp 70 triliun justru penyerapannya paling rendah se-Indonesia," kata Emrus.

Sebelumnya Risma langsung bereaksi keras menanggapi pernyataan Ahok yang menyebut keberhasilan ibu kota Provinsi Jawa Timur membangun pedestrian adalah keberhasilan kecil di wilayah seukuran Jakarta Selatan.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok sama saja menghina dan merendahkan harga diri warga Surabaya. Risma memperlihatkan data bahwa luas Surabaya itu 374 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 661,5 kilometer persegi.

Tidak hanya soal luas, Risma juga menegaskan bahwa di Surabaya ia sendirian menjabat wali kota. Namun di Jakarta Ahok dibantu oleh lima wali kota dan satu bupati, sedangkan untuk anggaran belanjanya pun Kota Surabaya sebesar Rp 7,9 trilliun dengan total penduduk sebanyak 2,9 juta jiwa.

Sedangkan Jakarta anggaran belanjanya sebesar Rp 64 trilliun dengan total penduduk 10 juta orang.

"Ahok itu kan kepala daerah sama seperti Risma, sehingga dia tidak berhak memberikan penilaian. Jangan hanya karena takut bersaing, makanya Ahok menjelek-jelekan kepala daerah lain," demikian Emrus. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya