Rusli Abdulah (tengah)
Rusli Abdulah (tengah)
Ketua Kelompok Tani 17 Agustus, Rusli Abdulah menjelaskan, kehadiran MAS telah merugikan masyarakat desa Wajok Hulu selama bertahun-tahun. Bahkan jauh sebelum ada perusahaan itu, masyarakt setempat sudah menolak berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit.
"Pertama kita melakukan kewajiban kita lapor ke pemerintah daerah tidak ditanggapi. Kedua pembicaraan dari perusahaan selalu mengatakan sudah selesai dengan Bupati. Ketiga sudah melaporkan juga ke penegak hukum, dari Polres hingga ke Kapolda, juga tidak ditanggapi. Akhirnya satu-satunya jalan ke KPK, karena mungkin ada eklusi korupsi disitu," ujar Rusli saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, tadi malam (Selasa, 9/8).
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04
UPDATE
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08
Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54
Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47
Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43