Berita

Foto/Net

Bisnis

Pertamina Bidik Produksi 30 Ribu Barel Perhari

Garap Lapangan Minyak di Iran
RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak 30.000 barel per hari (Bph) dari dua lapangan minyak yang tengah dibidik di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri (Bangestan - Asmari). Tambahan produksi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan bahan bakar minyak nasional.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, menyebut dua lapangan ini memiliki cadangan sekitar 5 miliar barel. "Agar bisa merealisasikan rencana ini, Pertamina telah membuat kesepakatan dengan National Iranian Oil Company (NIOC). Pertamina menargetkan awal tahun depan sudah bisa mengajukan kontrak kepada NIOC," ujar Dwi Soetjipto.

Dilanjutkannya, proposal pengembangan akan diajukan pada Februari 2017. Pertamina berharap semua proses bisa berjalan sesuai target yang ditenggat.


Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, kedua lapangan itu sejatinya lapangan yang sudah berproduksi. Misalnya lapangan Ab-Teymour menghasilkan minyak masing-masing sebesar 60.000 barel oil per day (BOPD).

"Namun untuk tahap awal, kami targetkan sama seperti lapangan overseas lainnya sekitar 30.000 BOPD per tahun," kata Wianda.

Berdasarkan nota kesepahaman ini, Pertamina memiliki waktu enam bulan untuk melakukan studi dan menyampaikan proposal pengembangan kedua lapangan onshore itu.

Selain mengelola lapangan migas, lanjutnya, banyak peluang mengembangkan kerjasama seperti pengadaan minyak mentah dan kondensat, pengelolaan kilang LNG, dan petrokimia.

"Pertamina juga telah menyepakati pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dari Iran. Rencananya pengapalan perdana LPG ke Indonesia mulai September 2016. Upaya Pertamina mencari sumber minyak di luar negeri bertujuan agar bisa mencukupi kebutuhan energi nasional," kata Wianda.

Sebelumnya pada 1 Agustus 2016, Pertamina juga telah menandatangani pembelian 24,53 persen saham Pacifico di Maurel & Prom. Saham yang terdaftar di Bursa Perancis tersebut, dibeli Pertamina dengan harga 4,20 euro per saham, ditambah premium sebesar 0,5 euro per saham. Pembayaran premium dapat dilakukan apabila pada kurun waktu 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2017, harga minyak mentah Brent stabil di atas 65 dolar per barel sepanjang 90 hari kalender berturut-turut. Penyelesaian transaksi tersebut bergantung pada persetujuan regulator dan otoritas terkait.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya