Rencana pemangkasan anggaran yang dilontarkan Menkeu Sri Mulyani membuat anggota Komisi X DPR Rinto Subekti waswas. Politisi Demokrat ini khawatir, pemangkasan itu ikut menyasar anggaran di bidang pendidikan.
"Saya berharap anggaran untuk pendidikan tidak ikut kena pangkas lagi. Sebab, pendidikan merupakan sektor penting dan menjadi landasan bagi kemajuan bangsa. Kalau anggaran pendidikan terus kena potong, bagaimana kita mau maju," ujarnya.
Pemangkasan anggaran sebesar Rp 133,8 triliun pada APBNP 2016 yang dilontarkan Sri Mulyani memang mengagetkan. Pasalnya, APBNP tersebut baru diketok pada 28 Juni lalu. APBNP itu juga sebenarnya hasil pemangkasan sebesar Rp 50 triliun dari APBN2016. Dalam pemangÂkasan itu, anggaran untuk penÂdidikan kena potong sebesar Rp 6,5 triliun.
Menurut Rinto, pemangÂkasan pertama saja sudah membuat Dewan kecewa. Karena itu, dalam wacana pemangkasan kedua, Dewan tidak mau pemerintah kemÂbali mengurangi anggaran pendidikan.
"Harapan kami, pemerintah Jokowi bisa melihat pentingÂnya pendidikan. Jangan meÂmandang pendidikan ini hanya sebelah mata. Walaupun kita tahu persis bagaimana Jokowi lebih concern pada penguatan infrastruktur, tapi pendidikan jangan sampai dilupakan," kata Rinto.
Rinto justru berharap anggaran pendidikan bisa terus ditingkatkan. Sebab, sektor pendidikan nasional masih banyak ketinggalan. Bahkan, di daerah-daerah, banyak bangunan sekolah yang sangat tidak layak. Banyak yang reot dan rawan ambruk.
Untuk APBN 2017, Rinto berjanji akan mendorong peÂnambahan anggaran pendidiÂkan, baik untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun untuk Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi. Harapannya, dengan penamÂbahan itu, tidak ada lagi saÂrana pendidikan reot yang membayakan anak-anak yang tengah belajar.
Rinto mengakui, saat ini dana pendidikan memang suÂdah mencapai 20 persen dari total APBN. Tetapi, anggaran ini terpencar di 18 kementeÂrian/lembaga. Tidak terkumpul di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi.
"Kami ingin, anggaran 20 persen dari APBN itu benar-benar murni buat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi. Tidak seperti sekarang, terpencar di 18 kementerian/lembaga," jelasnya.
Namun, kekhawatiran Rinto sepertinya bakal terjadi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan, kementeriannya pun terkena pemangkasan anggaran. Untuk jumlahnya, Muhadjir belum tahu persis. Dia akan berkonsultasi dengan Menkeu Sri Mulyani.
"Ada pemangkasan (untuk anggaran pendidikan). (Pemangkasannya) masih global, nanti saya masih akan konsultasikan dengan Menteri Keuangan. Saya kan menteri baru, harus hati-hati," katanya. ***