Berita

Budi Karya Sumadi/Net

Bisnis

Temui Sultan, Budi Karya Ingin Proyek Airport Baru Tancap Gas

Blusukan Perdana Ke Yogyakarta
SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan blusukan perdana ke Yogyakarta, Sabtu (6/8). Mantan Dirut PT Angkasa Pura II ini berencana meluncurkan kereta turis dan mempercepat pembangunan Airport internasional di Kota Gudeg.
 
Kegiatan pertama dilaku­kan Budi Karya di Yogyakarta meninjau fasilitas dan pelayanan Stasiun Tugu. Budi tiba di stasiun itu pukul 13.28 WIB. Dia didampingi Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono, Direktur Aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dody Setiawan, Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta Hendy Helmi, dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Setibanya di stasiun, dia melakukan pengecekan fasilitas antara lain ruang tunggu punumpang, tempat pemesanan tiket, dan toilet. Secara keseluruhan, Budi terlihat puas. Hanya di toilet saja membuat dahinya sedikit berkerut. Karena, ada keran bocor, sementara salu­ran air tidak lancar sehingga proses pembuangan air menjadi lambat.


Selain ngecek fasilitas, Budi Karya menyapa beberapa penumpang dan menanyakan pelayanan, sambil menyerap aspirasi. "Mau ke mana bu? Berapa harga tiketnya, kema­halan nggak? Atau ada usul apa supaya lebih bagus," tanya Budi Karya.

Puput, seorang penumpang menjawab, puas dengan pe­layanan. Hanya saja, dia usul agar fasilitas di dalam kereta api perlu diperbaiki. "Kereta apinya jelek pak. Kalau bisa di­ubah menjadi lebih baik. Nggak apa-apa harga tiket dinaikkan menjadi setingkat kelas bisnis," usul Puput.

Penumpang lainnya, Sumarti juga memiliki pandangan se­rupa. "Pelayanan sudah baik. Tapi kereta sering terlalu penuh sampai sulit berjalan," ungkap­nya.

Dari kunjungan ini, Budi menyimpulkan, secara umum pelayanan sudah cukup baik karena masyarakat menyatakan puas. Namun untuk kebutuhan fasilitas kereta, menurutnya, harus terus diperbaiki. Karena, kelas penumpang berbeda-beda. Ada kelas A, B, C, dan D.

Budi menilai, daya pikat kereta api sangat kuat. Masyarakat menyukai moda traspor­tasi untuk berpergian. Oleh karena itu, pihaknya komit untuk terus mengembangkan pembangunan kereta api.

Di Yogyakarta, Budi berkeinginan mengembangkan kereta turis. Keberadaan kereta ini dipandangnya tepat mengingat Yogyakarta salah satu kota destinasi liburan. Menurutnya, kereta wisata itu nanti memiliki fasilitas selevel hotel bintang empat.

"Toiletnya bersih, tempat duduknya nyaman dan empuk. Selain itu juga ada pramugari cantik dan pramugara tampan," ungkapnya.

Dia yakin, kereta turis akan menjadi mesin uang KAI. Ren­cananya, nanti keuntungan dari operasional kereta turis akan dialokasikan untuk mensubsidi, membiayai layanan kereta api lainnya. Sehingga, kereta api lain nyaman dan terjangkau.

Usai meninjau Stasiun, Budi menyambangi Universi­tas Gadjah Mada (UGM). Di kampus tempatnya menimba ilmu tersebut, Budi memberikan sambutan pada acara closing ceremony Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB). Kepada para maha­siswa, dia berpesan agar mereka tidak hanya mementingkan ke­cerdasan otak, tetapi juga kecer­dasan sosial dan spiritual.

Temui Sultan

Dari kampus, Budi merapat ke Keraton Yogyakarta untuk bertemu Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA). Budi menyampaikan keinginannya agar proyek tersebut diper­cepat.

Budi meniai, Sri Sultan sangat pro aktif di dalam me­nyelesaikan masalah proses pembangunan seperti pembebasan tanah.

Dia mengklaim akhir Agustus tahun ini pembebasan tanah su­dah dapat dilakukan.

"Angkasa Pura kita anjurkan untuk lebih cepat. Karena kalau masalah tanah selesai, teknis itu dalam kendali kita. Kita bisa me-manage itu dengan lebih cepat," pungkasnya.

Sekadar informasi, NYIA akan memiliki kapasitas empat kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto, Sleman. NYIA mampu menampung 15 juta penumpang, dan 28 pesawat Boing 777. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya