Tak hanya soal reshuffle kabinet yang menjadi sorotan anggota DPR Effendi Simbolon, warna cat pot kembang besar pun diributinya
DPR baru mempercantik eksterior di kawasan air mancur. Selain membersihkan kolam air mancur, pot kembang besar yang berbaris di disepanjang kolam air mancur juga dicat dengan warna hijau kekuning-kuningan.
"Warna DPR sudah kayak warna karang taruna," ungkapnya kepada wartawan sebelum menjadi pembicara diskusi "Amnesty Langkah Tepat Rekonsiliasi Nasional" di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (4/8).
Kebetulan sebelum tampil sebagai pembicara, dia bertemu Ketua DPR Ade Komarudin di lobi Nusantara III, kompleks Parlemen. Effendi pun mempertanyakan warna norak tersebut ke politisi Partai Golkar yang akrab disapa Akom.
Ketika warna norak itu dikomplain, Akom terlihat bingung karena dia sendiri mengaku belum melihat warna yang dipersoalkan Effendi.
"Warna itu menunjukkan wibawa DPR. Kalau dikasih warna kayak gitu DPR seperti karang taruna," kata Effendi dan Akom hanya bisa tersenyum.
Kekesalan Effendi tidak saja disampaikan ke Akom, tapi juga kepada para jurnalis. Kepada mereka, Effendi malah menyuruh wartawan melihat warna DPR dari jalan tol.
"Coba saja dilihat dari pintu tol, gara-gara warna itu wajah DPR menjadi kusam. Sudah tidak lagi sesuai dengan selera Bung Karno yang membangun gedung DPR. Masak saya nanya ke Akom ternyata dia mengaku belum melihat," kesal Effendi.
Ketika duduk di kursi dia pun menyeletuk lagi soal warna noral tersebut kepada pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, yang juga pembicara dalam diskusi itu.
[zul]