Berita

Foto :Net

Rumah Kaca

Seutas Syair Untuk Tanah Air

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 15:53 WIB

(Teruntuk Petani Teluk Jambe)

RAKYAT harus hidup di mana, jika di atas tanah air mereka, sudah dikuasai para Cukong, tanpa sepengetahuannya.

Dan mereka harus menjerit, lari terbirit-birit, karena dikejar-kejar aparat negara yang membabi buta mengusir mereka, dari tanah garapannya, dari tempat tinggalnya, dari sumber kehidupannya.


Mereka harus mengadu dan berlindung ke mana, jika aparat negara dan para penguasa sudah menjadi pesuruh para Cukong yang menjarah tanah airnya.

Cakrawala hitam kelam, rakyat terdiam, membisu dalam kegelapan.

Wahai bulan dan bintang, di atas bumi ini kini tiada lagi terdengar merdunya nyanyian Rayuan Pulau Kelapa, tiada lagi getaran hati mendengar Padamu Negeri, tiada lagi terdengar sahdunya lagu Satu Nusa Satu Bangsa,

Yang tersisa hanyalah pesta pora para Cukong, mabuk penuh kegembiraan, meminum anggur merah air mata darah rakyat, yang terus menetes karena jiwanya tersayat penderitaan hidup yang teramat berat.

Dalam mabuk beratnya, para Cukong berteriak seperti Sinyo kesurupan, hai kamu anjing dan orang miskin, kamu orang dilarang mengganggu keinginan kami, karena kamilah pemilik negeri ini, kalian adalah manusia terkutuk yang harus disingkirkan, seperti kotoran.

Wahai Ibu Pertiwi, maafkanlah kami, jika kami kurang berbakti,  kami telah muak, karena dasar dan tujuan kita bernegara, yang wajib melindungi segenap bangsa, sudah diobrak abrik para Cukong yang sekarang telah menjadi berhala yang disembah para pengikutnya.

Kekuasaan telah menjadikan mereka buta dan tuli, kerjaan utamanya hanya berdandan merias diri, untuk menutupi wajah kotor yang pelan-pelan mulai kelihatan.

Bau busuk persengkokolan jahat dengan para Cukong untuk menjarah hak hidup rakyat pun mulai menyebar menyengat ke mana-mana.

Konon kabarnya ini negeri Trisakti dan Nawacita, yang dipimpin orang-orang suci tanpa cela, tetapi mengapa rakyat diusir dari tanah airnya.

Konon kabarnya ini negeri yang dipimpin orang-orang sakti  titisan para Dewa, dengan Trisakti dan Nawacita sebagai senjata sakti, mengguncangkan seluruh negeri, tetapi mengapa rakyat disingkirkan dari tanah airnya dengan cara hina dina.

Tuan-tuan,
Kami hanya ingin sekedar hidup, bagilah kami sejengkal tanah, agar kami bisa tanam singkong dan padi, agar kami bisa makan, dalam selimut kedamaian, bukankah kami tidak pernah mengganggu kekuasaan yang kalian jaga mati-matian.

Tuan, jangan usik kami, kalau Tuan tidak sanggup memenuhi janji, karena kami sudah tidak peduli.

Tapi Tuan, jangan sampai Tuan menjadikan kami frustasi hidup di negeri sendiri,  karena demi martabat hidup, kami tidak pernah kehilangan nyali dan tak takut mati, ingat Tuan, penderitaan ini pada saat nya nanti akan menjadi bara api, yang menyala berkobar-kobar, membumihanguskan kekuasaan Tuan, seperti Alengka dibakar oleh Hanoman.[***]

Bumi dan Laut Swarna Dwipa,
2 Agustus 2016


Agus Jabo

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya