. Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan alasan mengapa keterangan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar tentang gembong narkoba yang telah dihukum mati Fredy Budiman tidak kredibel.
Dari sudut padang intelijen dan kepolisian, sebuah keterangan itu bisa dilihat dari dua hal. Pertama ,apakah orang yang melaoporkan bisa dipercaya berdasarkan karakteristiknya. Kedua, sumber informasi yang diberikan terkonfirmasi oleh orang atau pihak lain.
Tito menambahkan dalam laporan intelijen dikenal dengan informasi A1. Itu artinya sang pelapor selalu konsisten benar dan dapat dipercaya. Ditambah lagi, sumber A1 memang sudah bisa dikonfirmasi oleh pihak lain dan statu informasi yang seperti itu sudah layak untuk dipublikassikan.
Namun jika melihat kasus keterangan Fredy yang disampiakan Haris, menurut Tito sangat diragukan kebenarannya. Sumber informasi yang belum tentu kredibel itu kata Tito masuk kategori F6.
"F6 itu sumbernya diragukan karena tidak bisa dipercaya dan tak terkonfirmasi oleh orang lain. kalau melihat kasus Fredy yang terlibat dalam beberapa kasus pidana, saya menilai kredibilitasnya belum konsisten," kata Tito kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/8).
Lebih lanjut menurut Tito, untuk saat ini status Haris Azhar pun masih terlapor. Nantinya polisi akan melakukan penyelidikan untuk diketahui ada atau tidaknya unsut pidana UU informsai dan transaksi elektronik (ITE) di dalamnya.
"Pasti kita akan panggil Haris untuk keperluan penyelidikan itu. sekarang statusnya terlapor. Pasti dipanggil," demikian Tito.
[rus]