Berita

Hukum

Kapolri: Haris Azhar Pasti Dipanggil

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 13:44 WIB | LAPORAN:

. Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan alasan mengapa keterangan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar tentang gembong narkoba yang telah dihukum mati Fredy Budiman tidak kredibel.

Dari sudut padang intelijen dan kepolisian, sebuah keterangan itu bisa dilihat dari dua hal. Pertama ,apakah orang yang melaoporkan bisa dipercaya berdasarkan karakteristiknya. Kedua, sumber informasi yang diberikan terkonfirmasi oleh orang atau pihak lain.

Tito menambahkan dalam laporan intelijen dikenal dengan informasi A1. Itu artinya sang pelapor selalu konsisten benar dan dapat dipercaya. Ditambah lagi, sumber A1 memang sudah bisa dikonfirmasi oleh pihak lain dan statu informasi yang seperti itu sudah layak untuk dipublikassikan.


Namun jika melihat kasus keterangan Fredy yang disampiakan Haris, menurut Tito sangat diragukan kebenarannya. Sumber informasi yang belum tentu kredibel itu kata Tito masuk kategori F6.

"F6 itu sumbernya diragukan karena tidak bisa dipercaya dan tak terkonfirmasi oleh orang lain. kalau melihat kasus Fredy yang terlibat dalam beberapa kasus pidana, saya menilai kredibilitasnya belum konsisten," kata Tito kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/8).

Lebih lanjut menurut Tito, untuk saat ini status Haris Azhar pun masih terlapor. Nantinya polisi akan melakukan penyelidikan untuk diketahui ada atau tidaknya unsut pidana UU informsai dan transaksi elektronik (ITE) di dalamnya.

"Pasti kita akan panggil Haris untuk keperluan penyelidikan itu. sekarang statusnya terlapor. Pasti dipanggil," demikian Tito. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya