Berita

Patrialis Akbar/net

Pernyataan Patrialis Akbar Sungguh Tidak Pantas

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 09:22 WIB

. Setiap pemimpin bangsa dan tokoh nasional harus menjaga kearifan dan martabat dalam tutur katan agar negara yang bermotokan Bhinneka Tunggal Ika itu memang nampak. Sebab Indonesia merupakan sebuah negara yang sejak kelahirannya menghargai, menjunjung tinggi dan sekaligus menghormati keanekaragaman (pluralis) budaya, agama, suku dan ras.

"Dalam tutur kata pemimpin yang mengenal unggah ungguh itu diharapkan terbangunnya sebuah harmoni publik yang dapat memadukan seluruh potensi anak bangsa demi kemajuan negara," kata Ketua DPN Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI), Hermawi Taslim, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 1/8).

Pernyataam Hermawi ini menanggapi pernyataan hakim MK Patrialis Akbar. Dalam acara pertemuan ulama dan dai se-Asia Tenggara, Patrialis mengatakan bahwa ketika putusan berada di tangan non -Muslim, maka umat Islam yang selalu dirugikan".
 

 
"Pernyataan itu tidak elok di mata publik, apalagi keluar dari mulut seorang hakim konstitusi yang bergelar doktor hukum. Sungguh tidak pantas," ujar Taslim yang juga Koordinator Forum Advokat Pengawal Konstitusi (FAKSI)‎.
 
Dijelaskan Taslim lebih lanjut, bagi seorang pemimpin publik, seluruh regulasi di negara ini sudah sangat jelas yakni diawali dari Pancasila, UUD 45 sampai peraturan yg terendah, menegaskan bahwa seluruh warganegara bersamaan kedudukannya di depan hukum dan oleh karenanya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warganegara yang sederajat, terhormat dan bermartabat.
 
"Ada kewajiban moral setiap pemimpin di negara ini untuk ikut serta dengan penuh tanggung jawab menjaga harmoni dan bangunan pluralisme yg sudah menjadi identitas keIndonesiaan di mata dunia. Janganlah sampai kita terpuruk lagi hanya gara-gara  ucapan-ucapan tak bermartabat dengan berpotensi merusak tatanan masyarakat yang sudah semakin dewasa ini," demikian Taslim. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya