Berita

haris azhar/net

Hukum

PENGAKUAN FREDDY BUDIMAN

Haris Azhar: Tulisan Saya Dorongan Bagi Aparat

MINGGU, 31 JULI 2016 | 17:32 WIB | LAPORAN:

. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar tidak ambil pusing mengenai sejumlah pihak yang meragukan tulisannya soal sejumlah aparat hukum membekingi bandar narokoba kelas kakap.

Menurut Haris, tulisannya merupakan dorongan bagi aparat hukum untuk mendalami setiap informasi yang didapat, baik secara langsung maupun dari laporan masyarakat.

Ia menambahkan, informasi yang didapat dari keterangan terpidana Narkoba Freddy Budiman bisa dipertangungjawabkan. (Baca: Pengakuan Lengkap Freddy Yang Ditulis Haris)


"Sebetulnya, ini tugas saya untuk menyuarakan dan tugas mereka untuk menundaklajuti. Menurut saya sudah sewajarnya dan sudah sepantasnya polisi sebagai alat kemanan negara yang dipimpin oleh presiden Jokowi lah yang harusnya menindaklanjuti informasi ini," ungkap Haris saat ditemui di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Lebih lanjut, Haris menilai Presiden Jokowi mesti mengeluarkan pernyataan untuk menindaklanjuti informasi yang didapat dan tidak perlu berkelit bahwa tulisan yang dibuatnya hanya sebatas petunjuk yang lemah akan bukti.

Menurutnya, permasalahan utama bukan pada petunjuk yang didapat lemah, melainkan masalah pernyataan pemberantasan narkoba yang sering dilontarkan oleh presiden sendiri.

"Disitu masalahnya, masalahnya lihat lah masalah narkoba kenapa dia bisa luas. Baiknya informasi bisa digunakan, untuk membongkar lebih jauh aspek yang mau dicari. Ada banyak petunjuk yang masih bisa digunakan, bisa dicari untuk membongkar atau memperkuat argumentasi saya. Jadi menurut saya ini soal rajin atau males, untuk mau membongkar saja," pungkas Haris. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya