Berita

sri mulyani/net

Politik

Kali Ini Sri Mulyani Akan Sial

JUMAT, 29 JULI 2016 | 11:16 WIB | OLEH: HARIS RUSLY MOTI

DALAM pergaulan sehari-hari, kita disarankan untuk menghindarkan diri bekerjasama atau menjaga jarak dengan orang yang "gila" dan "bodoh".

Sebagai mahluk sosial, kita boleh saja berteman dengan si "gila" dan si "bodoh".

Namun, hindarilah untuk bekerjasama atau menjadi pengikutnya orang yang "gila" dan "bodoh".


"Gila" dan "bodoh" adalah musibah dan malapetaka bagi seorang manusia, karena mendatangkan kesembongan dan takabur, yang membuatnya bertindak tanpa perhitungan.

Namun, orang yang buta huruf, yang tak bisa baca dan tulis tidak berarti orang tersebut "bodoh". Banyak orang orang yang hidup di pelosok gunung justru jauh lebih cerdas dari orang sekolahan. Demikian juga banyak orang sekolahan yang "bodoh" dan "gila".

"Kegilaan" dan "kebodohan" akan mendatangkan musibah dan malapetaka bagi dirinya dan orang di sekitarnya.

Menjadi teman dan pengikutnya orang yang hoki dan beruntung, pasti kita juga ikut kecipratan keberuntungan dan hokinya.

Demikian juga, jika kita berteman atau menjadi pengikutnya orang yang "gila" dan "bodoh" pasti kita akan ikut kena sial. Misalnya si "gila" yang tanpa perhitungan dalam bertindak, tiba-tiba nabokin orang di pinggir jalan tanpa alasan yang jelas, lalu korbannya bersama orang kampung marah dan kembali ngeroyok si "gila", pasti kita yang satu rombongan dengan si "gila", akan dituduh terlibat dan ikut dikeroyok juga.

Karena itu, aku meyakini, kali ini Sri Mulyani yang katanya hebat pasti akan tengkurap, kredibilitasnya terpercaya di internasional akan rusak ke depan.

Tindakan paling beruntung yang pernah dilakukan Sri Mulyani adalah mundur dari gelanggang kabinet SBY ketika dituduh terlibat skandal Century dan jadi managing director WB.

Tindakan paling sial dari Sri Mulyani adalah mau menerima permintaan dari Joko Widodo untuk menjadi Menkeu. [***]

Penulis adalah aktivis politik Petisi 28


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya