Berita

Hukum

ICW Nilai Kinerja Kejagung Melorot, Fraksi Nasdem Sewot

SELASA, 26 JULI 2016 | 01:24 WIB | LAPORAN:

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Kejaksaan Agung buruk. Lembaga penegak hukum yang dipimpin M. Prasetyo tersebut hanya menahan para tersangka kasus baru sebagai pencitraan dan juga sebagai upaya untuk menutup-nutupi kasus lama yang tengah mangkrak.  

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Taufiqulhadi, kebakaran jenggot. Dia membela koleganya sesama politisi Nasdem itu. Menurut dia apa yang dikemukakan oleh ICW tidak berdasar. Sebab, kasus-kasus tersebut sesungguhnya terjadi sebelum masa kepemimpinan M Prasetyo.

"Pertama, untuk mengkritik harus ada dasarnya. Kalau berbicara Bank Century, itu kan persoalan-persoalan sebelumnya. Kan dulu ada Pansus Century kenapa tidak diselesaikan. Begitu juga dengan kasus BLBI dan kasus lainnya itu kan jauh dari sebelumnya," tegasnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/7).


Kedua, Taufiqulhadi mengklaim perkara yang dulu belum pernah diungkapkan sekarang malah diungkap oleh Jaksa Agung. Seperti kasus  hukum yang menimpa mantan Ketua Umum PSSI La Nyala Mataliti.

"Kasus ini kan paling-paling sudah selesai. Tapi Jaksa Agung ini enggak mau, kalau ada kerugian negara segara diselidiki," tandasnya.

Menurutnya, Jaksa Agung M. Prasetyo merupakan salah satu penegak hukum yang telah melakukan tugasnya secara besar kendati anggarannya sangat kecil.

"Tapi sangat bekerja keras dalam melaksanakan tugasnya. Jadi tidak benar yang dikatakan oleh teman-teman ICW. ICW ini kan menganggap dirinya yang paling benar," sesalnya.

Taufiqulhadi kemudian menyarankan ICW untuk menanyakan langsung kepada pendirinya, Teten Masduki yang saat ini menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

"Tanyakan saja itu soal berhasil atau tidak berhasil kepada kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Dia ini kan sering dengan presiden. Kan dia tau nuansa politik," imbaunya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya