Berita

luhut panjaitan/net

Hukum

Luhut: Eksekusi Mati Segera Dilakukan, Kecuali Untuk Mary Jane

SENIN, 25 JULI 2016 | 16:34 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa eksekusi hukuman mati tahap tiga kepada para terpidana mati pasti akan dilakukan.

Namun, dia tak mau berkomentar kira-kira kapan eksekusi tersebut akan dilaksanakan.

"Pasti akan dilaksanakan. Ini cuma persoalan waktu. Saya kira itu urusan Jaksa Agung. Saya enggak mau berandai andai," kata Luhut kepada wartawan, Senin (25/7).


Menurut Luhut persoalan waktu eksekusi adalah wewenang Kejaksaan Agung.

Namun, ia mengecualikan kasus terpidana mati yang merupakan warga negara Filipina, Mary Jane, tak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Saat ini Mary Jane masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Yogyakarta karena proses hukum kasus penyelundupan 2,6 kilogram sabu-sabu yang menyeretnya ke penjara di Indonesia menemui bukti baru di negara asalnya. Keterangan Mary Jane masih dibutuhkan untuk proses hukum perekrutnya di Filipina

"Nasib Mary Jane masih menunggu keputusan hukum yang ada di Filipina," tegas mantan Dubes RI untuk Singapura itu.

Sebelumnya, Jaksa Agung, M Prasetyo, mengatakan pelaksanaan eksekusi mati terhadap 13 terpidana mati dilaksanakan menunggu proses hukum selesai. Ada beberapa nama yang masih mengajukan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung.

"Pasti dilaksanakan tapi kami menunggu keputusan Mahkamah Agung. Untuk Mary Jane sendiri kita menunggu putusan dari Filipina," ujar Prasetyo.

Komisi III DPR RI pun menegaskan eksekusi hukuman mati terhadap para terpidana narkoba tidak bisa ditunda. Penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung, diminta tidak menuruti permintaan moratorium dari kelompok pemerhati hak asasi manusia. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya