Berita

foto:net

Duh, Teroris Disambut Seperti Pahlawan Perang

Santoso Dimakamkan Di Kampung Halaman
MINGGU, 24 JULI 2016 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kinerja Tim Satgas Tinombala bisa dibilang cepat. Beberapa hari setelah menembak mati teroris Santoso, kemarin, tim berhasil menangkap istri kedua Santoso, Jumiatun Muslim atau Umi Delima di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Sementara istrinya ditangkap, jenazah Santoso dimakamkan di Poso. Pemakamannya banyak dihadiri warga dan diiringi takbir. Santoso disambut seperti pahlawan Perang.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi menyatakan, Delima ditangkap pukul 09.00 WITA. Dia ditangkap saat tengah berjalan kaki di tengah hutan, sendirian. Untuk diketahui, Delima bersama seorang perempuan dan seorang lelaki berhasil lolos saat disergap Satgas Tinombala Senin (18/7) lalu.

Menurut Rudy, Delima ditangkap tanpa perlawanan. Tidak ada senjata api atau pun alat ledak lainnya yang dibawa.


"Saat itu dia sendirian. Tidak ada perlawanan," katanya. Setelah menangkap Delima, petugas langsung melaporkan ke Tim Satgas Tinombala di posko operasi tersebut.

Berdasarkan foto yang beredar di internet, istri Santoso itu tampak mengenakan jilbab panjang berwarna hitam yang dibalut dengan kain penutup wajah motif kotak-kotak. Dia juga terlihat memakai celana panjang motif loreng. Delima dikawal ketat sejumlah anggota Satgas Tinombala yang bersenjata laras panjang. Delima tampak menundukkan kepalanya. Dari lokasi itu, anggota Satgas kemudian membawa Delima dengan menggunakan mobil. Kini, Satgas masih mengejar sekitar 18 orang pengikut Santoso yang masih melarikan diri termasuk Bashri dan Ali Komara yang disebut-sebut sebagai pengganti Santoso.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membenarkan penangkapan istri Santoso. "Istri kedua Santoso tertangkap di daerah pegunungan Tambarana," kata Tito usai acara Bhakti Sosial di GOR Cendrawasih, Cengkareng Jakarta Barat, kemarin.

Namun, Tito mengatakan, sampai saat ini belum diketahui barang bukti apa yang berhasil diamankan. Sampai saat ini tim gabungan juga masih melakukan pemeriksaan secara intensif. "Yang bersangkutan akan diperlakukan secara baik, terutama oleh para Polwan nanti," ujarnya.

Di tempat lain, jenazah Santoso dimakamkan di Poso. Jenazahnya disambut bak pahlawan. Jenazah dibawa dengan perjalanan darat dari Palu setelah diserahterimakan kepada pihak keluarga pada pukul 08.10 WITA di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah di Palu. Mobil ambulans dikawal Tim Densus 88 yang menggunakan mobil Toyota menuju Kabupaten Poso. Butuh 4 sampai lima jam untuk menuju rumah duka di Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Santoso akan dimakamkan sekitar 500 meter dari rumah duka yang merupakan rumah ibu kandungnya. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk pemakaman itu di Desa Landangan, Kecamatan Poso Pesisir.

Ibarat pahlawan perang, ratusan pelayat sejak pagi telah memadati rumah duka yang datang dari berbagai lokasi bahkan hingga dari luar Kabupaten Poso seperti dari Tojo Una-Una, Parigi, Morowali dan Palu. Jumlah pelayat itu semakin bertambah hingga ketika jenazah tiba di rumah duka pukul 12.30 WITA. Jenazah langsung disemayamkan dan dishalatkan di rumah duka.

Di lorong jalan menuju rumah ibu Santoso, juga terbentang spanduk berukuran tiga kali satu meter yang bertuliskan "Selamat Datang, Syuhada Poso, Santoso alias Abu Wardah". Menurut seorang warga yang hadir, Santoso merupakan pahlawan. "Santoso seorang pahlawan karena mati menegakkan agamanya dan sudah membalas sakit hati saudara-saudaranya ketika konflik Poso yang lalu," kata warga itu.

Sementara kakak ipar Santoso, Pono juga memandang kematian adiknya itu Syahid. "Alhamdulillah, Santoso mati syahid," ujarnya disambut takbir ratusan pelayat. Sekitar 500-an anggota kepolisian juga terpantau berjaga-jaga di pinggir sekitar 1 kilometer dari lokasi rumah duka. Jenazah Santoso dikebumikan sekitar pukul 13.30.

Kehadiran para simpatisan dan keluarga Santoso, serta warga sekitar menimbulkan kemacetan selama dua jam di sepanjang jalan dari rumah ibu Santoso menuju pemakaman. Ratusan pelayat menggemakan takbir sepanjang jalan. Mereka berebutan memegang keranda. Dalam prosesi pemakaman itu, tidak ada pengamanan aparat dari TNI dan Polri yang berseragam. Hal itu merupakan permintaan keluarga Santoso. Tujuannya, menghindari kemungkinan adanya gesekan antara aparat dan para simpatisan Santoso. Prosesi pemakaman pun berlangsung aman dan kondusif.

Selain Santoso, rekannya, Muchtar yang tertembak bersama dirinya dalam penyergapan Senin (18/7) lalu, juga dimakamkan, kemarin. Muchtar dimakamkan di Pekuburan Islam Dusun Bosa, Desa Lambara, Kecamatan Tawaeli, Palu. Sebanyak 150 pelayat tampak mengiringi prosesi pemakaman Muchtar. Pemakaman Muchtar dipimpin seorang imam desa. Sama seperti prosesi pemakaman Santoso, prosesi yang dijalani Muchtar pun berjalan dengan aman dan lancar. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya