Berita

net

Pertahanan

Polri Pantau Propaganda Radikal Di Internet

JUMAT, 22 JULI 2016 | 09:23 WIB

Kepolisian meningkatkan pantauan terhadap propaganda yang bersifat radikalisme di dunia maya atau internet. Menyusul tewasnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, di Poso, Sulawesi Selatan pada Senin (18/7) lalu.

"Kita lakukan upaya monitoring seluruh kegiatan personal atau pun kelompok masyarakat, khususnya yang berbau radikalisme. Upaya yang kami lakukan tetap dengan mengedepankan patroli di dunia cyber," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul, seperti dikutip Antara, Jumat (22/7).

Langkah itu dilakukan karena melihat dari sisi perkembangan teknologi di dunia maya yang kian canggih. Khususnya melalui media sosial, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan berbagai perkembangan teknologi di dunia maya.


Menurut Martinus, selain digunakan sebagai sarana untuk memperoleh informasi, media sosial dinilainya sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer masyarakat Indonesia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Untuk itu, dengan rutin menggelar patroli di dunia maya, pihak kepolisian dikatakannya mampu mengakses maupun menginventarisir seluruh kegiatan yang ada di dunia maya.

"Kita bisa mendatanya, apakah itu secara personal, kelompok atau bahkan website mana yang sifatnya sengaja membawa paham radikalisme melalui dunia maya, kita inventarisir," ucapnya.

Namun, kata dia, sepanjang propaganda tersebut masih belum menyentuh terhadap aksi radikalisme, pihak kepolisian akan mengedepankan upaya persuasif, salah satunya dengan menjalin komunikasi kepada yang bersangkutan.

"Kita lakukan dengan pencegahan, mengedepankan upaya persuasif, disini ada peran dari satuan humas, binmas, maupun intelijen. Merekalah yang berperan aktif untuk melakukan pencegahan," ujar Martinus. [wah]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya