Berita

ilustrasi/net

Bisnis

ARK Komit Dukung Pemerintah Tingkatkan Industri Logistik dan Investasi Nasional

RABU, 20 JULI 2016 | 21:48 WIB

‎ ARK Logistics & Transportation terus menunjukan komitmennya dalam meningkatkan industri logistik dan investasi di Indonesia. Kali ini, komitmen tersebut ditujukan dengan ‎mengumumkan pembangunan gudang seluas 35.000 m2 di Cibatu, Bekasi.‎

"Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan industri logistik dan transportasi yang pesat. Salah satu pemicu pertumbuhan yang signifikan ini adalah adanya pertumbuhan e-commerce yang pesat,” kata Abdul Rahim Tahir, CEO ARK Group dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/7).

‎Menurutnya, Penyedia Jasa Logistik di Indonesia harus melakukan bisnis model baru agar tetap bisa kompetitif dan menguntungkan serta melihat tren logistik yang menggairahkan saat ini. "Di ARK, kami melihat dan mengikuti tren logistik ini, untuk itu maka fokus kami untuk menggarap logistik di bidang FMCG, Manufaktur, Otomotif dan elektronik,” lanjut Rahim.


‎Ground breaking pembangunan warehouse di Cibatu ini sebagai bentuk awal perjalanan dan komitmen ARK untuk berkembang lebih baik lagi serta mengimplementasikan langkah-langkah yang mendukung pemerintah untuk meningkatkan kualitas persaingan di industri logistik dan rantai pasokan nasional.

‎Masih menurut Frost & Sullivan bahwa layanan potensial di 2016 yang harus menjadi fokus adalah Penyedia Jasa Layanan, termasuk pelayanan di area kargo udara (air cargo), pergudangan (warehousing), multi-modal movement, and E-commerce.

‎Pada kesempatan yang sama, ARK Logistics & Transportation juga mengumumkan investasi sebesar USD 50 juta yang ditanamkan untuk pengembangan perusahaan dalam 5 tahun kedepan untuk teknologi, warehouse network, dan ekspansi armada transportasi. Tujuan investasi itu adalah sebagai kontribusi untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, dan peluang kerja di Indonesia serta mendorong infrastruktur logistik dan hubungan antar modal yang modern.

‎Seperti diketahui, target Indonesia untuk mengurangi biaya logistik dibawah 20% dari total GDP pada tahun 2019, saat ini telah mencapai 24% dari total PDB atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun. Melalui investasi yang ARK lakukan hari ini, ARK berharap dapat berperan-serta aktif dalam mengurangi biaya logistik tersebut, serta sebagai dukungan ARK terhadap pemerintah,” kata Rahim Tahir.

‎"Partisipasi aktif ARK akan meningkatkan kualitas layanan logistik, mengurangi dwelling time dalam mengimpor barang-barang dan mengurangi biaya transportasi di Indonesia."

Potensi pertumbuhan ekonomi dan pasar yang besar di Indonesia meyakinkan ARK untuk menjadi salah satu pemain lokal terdepan di industri logistik dan transportasi Indonesia yang patut diperhitungkan. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya