Berita

bungaran saragih/net

Bisnis

Bekas Mentan Pertanyakan Kebijakan Impor Jeroan

RABU, 20 JULI 2016 | 08:14 WIB | LAPORAN:

Peraturan Menteri Pertanian nomor 58 tahun 2015 tengah direvisi agar impor jeroan dapat segera terlaksana. Pemerintah beralasan importasi ini rencana jangka pendek untuk menstabilkan harga daging sapi dan memenuhi sumber protein masyarakat.

Menpan era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, Bungaran Saragih menyayangkan kebijakan pemerintah mengimpor jeroan sapi. Terlebih, jika impor jeroan dilakukan untuk menstabilkan harga daging sapi. Ia menegaskan bahwa itu logika keliru karena tidak ada kaitannya daging sapi dengan jeroan.

"Jadi kalau itu dikaitkan saya tak bisa dimengerti, daging sapi dan jeroan. Beda pilihannya. Jeroan itu banyak dibikin buat meat balls, bakso, pasarnya beda. Seperti mangga dengan pisang. Nggak ada kaitan harganya," ujar Bungaran di Simalungun, Sumut, Rabu (20/7).


Menurut dia, kebijakan Mentan tersebut patut dipertanyakan.

"Apa layak diimpor, saya gak mengerti, hanya dia lah (Mentan Amran Sulaiman yang tahu), kenapa harus itu diatur, apa itu pekerjaan paling penting?" kritik Bungaran.

Ia tak habis pikir alasan Mentan Amran melaksanakan impor jeroan, yang jelas-jelas tak ada kaitan dengan stabilitasi harga daging sapi.

"Nggak tahu saya alasannya apa itu Mentan. Kalau saya katakan junior kita itu. Tapi saya tak mengerti, tanya dia saja," cetusnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya