Berita

net

Hukum

IDI Minta Perlindungan Polisi

SENIN, 18 JULI 2016 | 22:58 WIB | LAPORAN:

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Bareskrim Polri dapat melindungi sejumlah dokter yang mendapatkan tindakan tidak menyenangkan paska terungkapnya kasus vaksin palsu.

"Kami meminta jaminan perlindungan dari kepolisian agar pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan normal," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI Ilham Oetama Marsis di kantor PB IDI, Menteng, Jakarta (Senin, 18/7).

Menurutnya, kasus vaksin palsu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyerang sejumlah dokter yang diduga menggunakan vaksin palsu di beberapa rumah sakit.


"Mereka melakukan tindakan anarkis dengan menyerang dokter bahkan melakukan pemukulan. Kami desak polisi untuk menangkap mereka. Saya yakin orang yang menggeruduk rumah sakit beberapa waktu lalu bukan orang tua korban penerima vaksin tapi orang yang mengambil momen untuk menyerang kami para dokter," beber Ilham.

Dia memastikan, hal itu membuat resah para dokter untuk menangani pasien di rumah sakit. Sehingga, IDI meminta kepolisian dapat memberi perlindungan.

"Jangan ada yang memancing di air keruh, kesehatan rakyat harus menjadi yang utama," demikian Ilham. [wah]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya