Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta nonaktif, Mohamad Sanusi, menjelaskan bahwa Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, sempat mengeluh mengenai kontribusi tambahan sebesar 15 persen bagi para pengembang 17 pulau reklamasi pantai utara Jakarta.
Hal itu diungkapkan Sanusi saat menjadi saksi kasus dugaan suap pembahasan dua Raperda tentang reklamasi pantai utara Jakarta dengan terdakwa Ariesman Widjaja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/7).
"Kalau saya sama Pak Ariesman di Pantai Indah Kapuk sempat meyinggung itu (masalah raperda) dan di Harco Mangga Dua juga. Dia (Ariesman) berkeluh kesah soal 15 persen berat sekali, dia berkeluh kesah kepada saya," ujar Sanusi saat bersaksi.
Sebelumnya, Sanusi dan Ariesman sempat melakukan beberapa kali pertemuan membahas soal dana bantuan untuk memuluskan langkah Sanusi untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Dalam pertemuan lainnya, Ariesman dan Sanusi juga membahas masalah kesepakatan Raperda soal dana tambahan sebesar 15 persen yang menurut Ariesman terlalu besar.
"Ya, pernah ada pertemuan, pertama di Pantai Indah Kapuk, bulan Desember, kedua di Harco Mangga Dua. Ya ada empat kali pertemuanlah," ungkap Sanusi.
Lebih lanjut, Sanusi juga mengaku sempat melakukan pertemuan kembali dengan Ariesman dan Chairman Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan. Kali ini bukan untuk membahas pencalonan Sanusi melainkan soal lambannya pembahasan dua Raperda tentang reklamasi pantai utara Jakarta.
Saat itu, kata Sanusi, Aguan meminta agar pembahasan dua Raperda tidak bertele-tele.
"Bahasanya bukan minta dipercepat tapi jangan bertele-tele. Karena di Dewan pembahasan Raperda sering kali molor karena ada kegiatan lain, misal reses," jelas Sanusi.
Saat disinggung mengenai adanya dana dari Agung Sedayu Grup untuk mempercepat pembahasan tersebut, Sanusi tak membantah. Sanusi mengaku Manajer Perizinan PT Agung Sedayu Group, Saiful Zuhri alias Pupung sempat mendatanginya untuk meminta Raperda dipercepat serta menjanjikan adanya dana untuk hal tersebut.
"Iya Pupung. Tapi saya nggak tangapi. Saya bilang saya nggak bisa hadirkan orang karena keterbatasan saya," jelas Sanusi.
[zul]