Berita

net

Hukum

Pembunuhan Anak NNA Ujian Bagi Perppu Kebiri

SENIN, 11 JULI 2016 | 22:13 WIB | LAPORAN:

Kasus pembunuhan terhadap anak lima tahun berinisial NNA di Kutai Timur, Kalimantan Timur dinilai sebagai ujian awal komitmen pemerintah dalam melindungi anak Indonensia sesuai Perppu Perlindungan Anak Nomor 1/2016 atau Perppu Kebiri.

"Ketika presiden menegaskan komitmen melindungi anak Indonesia dari darurat kekerasan dengan menerbitkan Perppu Perlindungan Anak Nomor 1/2016, terjadinya pembunuhan terhadap ananda NNA di Kutai Timur adalah ujian awal bagi pemerintah untuk merealisasikan amanah," ujar anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah di Jakarta, Senin (11/7).
 
Dia berharap, aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang semakin mencederai harapan masyarakat dan orang tua akan hadirnya rasa aman dan tenteram bagi anak di kehidupan sehari-hari itu. Menurut Ledia, keluarga-keluarga Indonesia semakin dibayangi kekhawatiran dalam membesarkan dan mendidik anak. Banyaknya kasus kekerasan pada anak menunjukkan betapa lingkungan sekitar di area terdekat rumah pun tidak aman bagi tumbuh kembang anak.


"Kegesitan dan profesionalisme aparat penegak hukum dibutuhkan untuk mengembalikan ketentraman hati para orang tua dan masyarakat. Bahwa kejahatan tak akan dibiarkan berkembang dan keadilan hukum akan ditegakkan," jelasnya.

Dalam upaya memenuhi komitmen perlindungan anak Indonesia, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengimbau aparat memberikan hukuman maksimal sesuai UU Perlindungan Anak atau Perppu Kebiri bila terbukti ada unsur kejahatan seksual di dalam kasus kematian NNA maupun kasus kekerasan pada anak lainnya.

Diketahui, anak NNA ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah hilang sejak hari kedua Idul Fitri pada 7 Juli lalu. Dugaan sementara, dia diculik, dibunuh dan jasadnya dibakar oleh tetangganya sendiri yang sempat terlihat terakhir bersama korban. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya