Berita

Andy William Sinaga/net

Politik

HUT Ke 70 Polri, Budaya "86" Harus Dihilangkan

Lakukan Reformasi Total
JUMAT, 01 JULI 2016 | 06:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hari Ulang Tahun (HUT) ke 70 Bhayangkara yang jatuh pada hari ini (Jumat, 1/7) merupakan momen bagi Polri untuk melakukan reformasi total di bawah kepemimpinan baru Komjen Pol Tito Karnavian yang telah lolos uji kelayakan di DPR RI.

"Reformasi total dalam tubuh kepolisian mutlak dilakukan sejalan dengan visi dan misi nawa cita Presiden Jokowi," kata analis politik & HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Jumat (1/7).

Menurut Andy, hal yang pertama dilakukan oleh Tito dalam rangka reformasi total di tubuh kepolisian adalah konsolidasi internal dan struktur manajemen Polri.


Konsolidasi internal dan reformasi struktur manajemen Polri penting dilakukan untuk merubah image alias pandangan masyarakat akan eksistensi Polri di masyarakat yang selama ini kurang merasa nyaman dan puas atas pelayanan Polri terutama garda terdepan Polri di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di tingkat sektor/kecamatan.

"Personel dan fasilitas kepolisian di tingkat sektor ini, terutama di luar Pulau Jawa masih sangat kurang. Pelayan yang cepat, tepat, simpatik dan tidak ada budaya memberikan "sesuatu" perlu lebih dikampanyekan dan dibuktikan oleh polisi kepada masyarakat," ungkap Andy.

Selanjutnya, reformasi dalam peningkatan kesejahteraan anggota kepolisian khususnya berpangkat tamtama dan bintara. Jelas Andy, sebagai anggota yang terdepan dalam pelayaan masyarakat kesejahteraan para tamtama dan bintara perlu lebih ditingkatkan agar mental mereka lebih baik, sehingga niatan untuk melakukan kecurangan seperti melakukan razia illegal dan menerima "sesuatu" dalam menjalankan tugasnya dapat diminimalisir.

"Budaya "86" atau "damai" ketika melakukan proses tilang yang kerap dilakukan oleh oknum satuan lalu lintas (Satlantas), yang bukan sudah menjadi rahasia umum juga dapat dihapuskan. Untuk itu peran satuan Pengawasan Internal (Propam) dapat lebih ditingkatkan untuk mengawasi peran para oknum polisi nakal tersebut, sehingga hukum dapat lebih ditegakkan," imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Andy, kurikulum pendidikan di sekolah calon tamtama dan bintara perlu lebih ditingkatkan kualitasnya khususnya etika dan moralitas agar kedepan para lulusan tamtama dan bintara tersebut dapat lebih profesional.

Sementara itu ungkap Andy, proses rekruitmen anggota kepolisian saat ini sudah mulai membaik, dikarenakan budaya backup dan mengeluarkan sejumlah biaya tertentu untuk meloloskan seseorang menjadi anggota Polri sudah semakin berkurang. Keadaan ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

"Pelajaran tentang hak azasi manusia (HAM) dan anti korupsi perlu masuk dalam setiap mata pelajaran di sekolah atau akademi kepolisian untuk menghasilkan tenaga kepolisian yang handal dalam melakukan tugas dan menjunjung HAM serta jauh dari niatan atau budaya korupsi," katanya.

Terakhir, proses penempatan para pimpinan sektor, wilayah, daerah dan pimpinan di tingkat markas besar perlu direformasi dengan menempatkan calon-calon pimpinan pilihan yang mempunyai tingkat kemampuan kepolisian, intelektualitas dan moralitas yang tinggi, agar dapat membina, membimbing dan memimpin anggotanya dengan baik dan profesionalitas.

Peran dewan kepangkatan dan jabatan di tubuh kepolisian sebagai lembaga penyeleksi calon pimpinan kepolisian juga agar lebih jeli dalam menempatkan personel Polri untuk memimpin di setiap jenjang jabatan dan kewilayahan.

"Reformasi untuk menghasilkan Bhayangkara, yang dalam bahasa sansekerta mengandung arti penjaga, pengawal, dan pelindung keselamatan negara dan bangsa. Peran Bhayangkara menjadi lebih profesional dalam menjaga dan mengawal dari keselamatan dan ketertiban setiap warga negara dapat dirasakan," demikian Andy. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya