Berita

Wanto Sugito/net

Politik

Repdem Ingatkan Ahok Jangan Seret-seret Jokowi

MINGGU, 26 JUNI 2016 | 20:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) mengecam keras Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok) lantaran menuding Joko Widodo jadi Presiden karena peran pengembang.

"Ahok sakit kepala, urus saja sendiri masalah yang kau hadapi belakangan ini. Jangan seret-seret nama Jokowi dalam pusaran masalahmu. Jokowi itu kader PDI Perjuangan," ujar Ketua DPN REPDEM Wanto Sugito kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/6).

Menurut Wanto, Jokowi jadi Presiden bukan karena peran pengembang. Dia mendapat simpati besar dari rakyat berkat sinergi kuat PDI Perjuangan sebagai partai pengusung bersama partai pendukung lain serta para relawan.


"Ahok jangan merendahkan Jokowi karena Presiden kita merupakan figur yang merakyat dan tidak sombong, beda jauh dengan kau Ahok," tegas mantan aktivis 98 yang akrab disapa Bung Klutuk itu.

Sebelumnya diberitakan, Ahok mencoba menyeret Jokowi ke pusaran skandal reklamasi ketika kasus tersebut tengah merongrong kredibilitas sang gubernur yang berniat maju lagi dalam Pilkada DKI 2017.

Saat rapat dengan Direksi PT Jakarta Propetindo (Jak Pro) di Balai Kota DKI Jakarta yang diunggah di Youtube, Ahok menyebut Jokowi tidak akan bisa menduduki posisi RI 1 jika tidak ada peran pengembang proyek reklamasi. "Saya pengen bilang Pak Jokowi tidak bisa jadi Presiden kalau ngandalin APBD, saya ngomong jujur kok. Jadi selama ini kalau bapak ibu lihat yang terbangun sekarang, rumah susun, jalan inpeksi, waduk semua, itu semua full pengembang, kaget nggak," ujarnya seperti dikutip dalam video yang diunggah di Youtube.

Wanto menegaskan, pernyataan Ahok salah kaprah karena telah meletakkan proses demokrasi seolah ditentukan peran pengembang. Ahok juga harus berkaca karena tanpa Jokowi ia tidak akan pernah menjadi Wakil Gubernur dan kemudian Gubernur DKI.

"Jokowi berbeda dengan Ahok, Ahok juga bukan kelanjutan dari Jokowi. Figur keduanya berbeda dan masyarakat tahu hal itu. Menyeret Jokowi menunjukkan bahwa Ahok sedang membutuhkan pertolongan di tengah angin kencang yang sedang menerpanya, namun Ahok lupa Jokowi belum tentu mendukungnya apalagi jika direndahkan," tutur Wanto.

Menurutnya, Jokowi juga belum tentu mendukung Ahok dan hal itu terlihat ketika Presiden sama sekali tidak bicara tentang dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pertemuan dengan enam relawan di Istana, Jumat (24/6).

Sayangnya, seperti diklarifikasi Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Mohammad Yamin, sikap Presiden telah diplintir oleh salah satu relawan Jokowi, yang mengatakan dalam pertemuan dengan para koordinator Relawan itu, Jokowi secara eksplisit memberi dukungan kepada Ahok.

"Jokowi itu Presiden, marwah Presiden sudah seharusnya dijaga dan tidak diseret-seret untuk kepentingan Ahok. Pendekatan Jokowi terhadap rakyat pendekatan kemanusiaan, sebaliknya Ahok hobi marah terhadap rakyat sehingga tidak terasa nyaman bagi rakyat untuk mengadukan masalah kepada pemimpinnya khususnya masyarakat Jakarta. Pada akhirnya Ahok membangun permusuhan kanan kiri dan itu berbahaya bagi NKRI," tegas Wanto. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya