Berita

nusron wahid/net

Politik

Jokowi Perlu Ultimatum Nusron

RABU, 15 JUNI 2016 | 13:58 WIB | LAPORAN:

. ‎Presiden Jokowi diminta untuk menegur keras Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Pasalnya, BNP2TKI tidak kunjung bisa menyelesaikan permaslahan TKI.

Pada kurun waktu 2014 dan 2015 di empat negara seperti Hongkong, Malaysia, Arab saudi, dan United Arab Emirates terjadi  4.259 kasus permaslahan TKI. Antara lain, sebanyak 1.646 TKI ingin dipulangkan, 1.334 TKI meninggal dunia, 1.064 TKI tidak dibayar gaji, 762 TKI putus hubungan komunikasi, dan 564 TKI sakit.

"Ini belum semua negara. Tapi, orang yang bertanggungjawab yang bernama Nusron Wahid sebagai kepala BNP2TKI santai-santai saja kelihatannya," kata Direktur ‎Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, kepada wartawan, Rabu (15/6).


Malahan menurut dia, Nusron bukan untuk mengurusi para TKI, tapi lebih asyik mendukung atau "urusin" Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Pilkada Jakarta 2017. Padahal kasus-kasus WNI dan TKI lainnya banyak juga yang tengah menanti atau sudah divonis mati sekitar 200-an orang.

Selain itu, hasil audit BPK pengelola keuangan BNP2TK, katanya tahun 2015 ditemukan sebanyak 49 kasus dengan potensi kerugian negara sebesar Rp.19.918.446.300. Artinya, pengelolaan keuangan BNP2TKI sangat jelek nan ambradul.

Dengan besar potensi kerugian negara di BNP2TKI memperlihatkan kepada publik bahwa BNP2 TKI tidak mampu dalam mengelola anggaran negara. Ini sangat memalukan banget.

"Untuk itu, CBA meminta kepada Presiden Jokowi untuk konsisten dalam bersikap. Sebab Presiden Jokowi pernah menyatakan para pembantunya tidak boleh "double Job" seperti menduduki jabatan negara dan jabatan partai pada waktu bersamaan. Dan Presiden Jokowi segera tegur Nusron Wahid yang punya double job," katanya Uchok.

Presiden Jokowi tegasnya perlu mengultimatum Nusron mau pilih Kepala BNP2TKI atau pengurus di Partai Golkar. Atau Nusron mau mengurusi TKI atau ikut ikutan-mendukung Ahok yang bukan bagian perkerjaan dia sebagai kepala BNP2TKI.

"Dikasih amanah, malahan tidak dikerjakan, dasar orang yang tidak tahu berterimakasih. Kalau tidak mempan dikasih ultimatum, Nusron Wahid dipecat saja. Atau sebelum dipecat, Minimal Presiden Jokowi menyindir Nusron Wahid," tukas Uchok. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya