Berita

foto: net

Nusantara

Dugaan Malpraktek Yang Berujung Kematian Terjadi Di Tapteng

JUMAT, 10 JUNI 2016 | 06:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dugaan malpraktek kembali terjadi di Tanah Air. Kali ini kejadiannya di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Dugaan malpraktek terjadi terhadap pasien bernama Angeline Yohana Simanjuntak (14) di RSUD Pandan, Tapteng. Dugaan malpraktek ini akhirnya berujung kematian. Kini kasusnya sudah ditangani Polres Tapteng.

Angeline, remaja malang warga Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapteng itu diduga menjadi korban kecerobohan dan kelalaian oknum dokter yang menanganinya. Angeline meninggal usai menjalani dua kali operasi dengan vonis usus buntu.


Keluarga korban yang bernama, Sialagan, menerangkan, korban dioperasi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (6/6). Operasi itu dinyatakan belum bersih oleh pihak dokter. Dan esoknya, Selasa, korban kembali menjalani operasi.

Usai menjalani operasi kedua, lanjut Sialagan, korban akhirnya meninggal dunia. "Itulah, sudah selesai dioperasi meninggal. Yang dibedah seperti gambar di facebook itulah," kata Sialagan, Kamis (9/6).

Jelas Sialagan, usai menjalani operasi, dokter tidak ada memberikan keterangan apapun. "Dokternya sudah pergi semua, tidak ada kasih keterangan," katanya.

Sialagan menambahkan mayat korban telah dimakamkan oleh keluarga. "Enggak mungkin diotopsi lagi, karena kan sudah jelas-jelas dioperasi," katanya.

Dugaan malpraktek di RSUD Pandan ini terungkap usai pemilik akun Nauliberty Simanjuntak mengupload postingan di laman facebook. Dalam statusnya, Naulyberty menyebutkan dugaan malpraktek dilakukan oleh dokter berinisial WS.

Dirut RSUD Pandan, Sempakata Kaban yang dikonfirmasi membantah adanya dugaan operasi malpraktek terhadap pasien Engeline Yohana Simanjuntak. "Tidak ada malpraktik. Prosedur sudah kita jalankan," kata dia

Sempakata mengungkapkan, pelaksanaan operasi dilakukan sejumlah dokter spesialis, diantaranya dokter bedah M. Nisril Syahputra, dokter spesialis Anastesi Mathdika, dokter spesialis Usu dan spesialis bagian Anak Fadli Syahputra. Tim dokter sudah menjelaskan sebelumnya kepada pihak keluarga terkait pelaksanaan operasi.

"Sudah jelas, pihak keluarga sudah jelas disampaikan, saya selaku direktur, prosedural sudah dijalankan dengan benar," bebernya.

Soal bagian perut pasien dibelah memanjang, kata Sempakata, memang harus dilakukan. "Namanya operasi laparatomi, karena harus mencuci semua," katanya.

Anehnya, Sempakata mengatakan sebelum menjalani operasi, perut pasien sudah dikusuk pada saat masih di rumahnya.

"Sudah tiga minggu di rumah sebelum kemari, perutnya dikusuk. Jadi, yang hari Selasa (operasi laparatomi), untuk melihat kondisi, merilis, karena perut mengalami gembung. Adanya proses CVP, untuk memasukkan akses nutrisi, obat, karena dari pembuluh darah tangan tidak bisa lagi," katanya.

Sempakata juga tidak ambil pusing ketika dugaan malpraktek ini telah dilaporkan ke Polres Tapteng. Menurutnya itu menjadi hak keluarga korban dan pihaknya siap memberikan penjelasan. "Kita akan menjelaskannya, prosedur yang kita lakukan," tukasnya, sambil mengucapkan turut berdukacita kepada keluarga Angeline. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya