Berita

foto :net

Politik

Kejagung Minta Duit 2,5 Miliar Untuk Eksekusi Kasus Supersemar

SENIN, 06 JUNI 2016 | 17:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kejaksaan Agung meminta suntikan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk biaya eksekusi perkara Yayasan Beasiswa Supersemar.

Permintaan duit eksekusi kasus Supersemar itu diminta langsung Jaksa Agung HM Prasetyo saat Rapat Kerja Komisi III dengan Kejagung terkait pembahasan APBN-P Tahun 2016, di Ruang Komisi III DPR, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, sehubungan dengan adanya putusan gugatan keperdataan Yayasan Beasiswa Supersemar, Jaksa Pengacara Negara selaku kuasa dari Pemerintah telah mengajukan permohonan sita eksekusi kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap aset  Yayasan Beasiswa Supersemar yang terdiri dari 113 rekening/deposito/giro, lima mobil, dan dua bidang tanah dan bangunan.


Berkenaan dengan hal tersebut, diperlukan biaya eksekusi sebesar Rp 2,5 miliar.

Prasetyo menerangkan, biaya itu diperlukan antara lain untuk: biaya panjar ke Kas Kepanitraan ke PN dimana tempat aset tersebut berada, biaya pengosongan, biaya lelang, hingga biaya pengamanan.

Sebelumnya, Kejagung mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 310 miliar pada APBN-P TA 2016. Anggaran Kejagung TA 2016 adalah sebesar Rp 4.5 triliun.

Tapi, anggaran Rp 4.5 triliun itu tidak semuamya digunakan Kejagung. Alasannya, sesuai Inpres No. 2/2016 tentang Langkah-langkah  Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga, terdapat penghematan dan pemotongan anggaran Kejagung hingga mencapai Rp 162 miliar.

Jaksa Agung HM. Prasetyo mengatakan, usulan anggaran tambahan Rp 310 milir itu dengan pertimbangan lima poin.

Pertama, pemulihan anggaran atas penghematan (Rp 162 miliar). Kedua, pembiayaan rumah susun Kedoya (Rp 32 miliar). Ketiga, pengadaan peralatan kontra penginderaan dan persandian (Rp 97 miliar). Keempat, biaya eksekusi perkara Yayasan Beasiswa Supersemar (Rp 2.5 miliar). Kelima, penambahan anggaran pengawasan (Rp 6.2 miliar) untuk kegiatan yang telah ada, dan (Rp 9.1 miliar) untuk mendukung kinerja pengawasan.

"Dari uraian di atas, maka secara keseluruhan Kejaksaan masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 310.990.157.700," kata Prasetyo.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya