Berita

Ari Dono Sukmanto

Hukum

Irjen Ari Dono Jadi Kabareskrim, Ini Pesan Komjen Anang

SENIN, 30 MEI 2016 | 18:27 WIB | LAPORAN:

Komjen Anang Iskandar menilai pengangkatan Irjen Ari Dono Sukmanto sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri untuk menggantikannya sudah tepat. Karena sebelumnya, Irjen Ari Dono menjabat sebagai Wakil Kabareskrim.

"Di atasnya Wakaba, kan Kaba," ujar Komjen Anang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/5).

Namun yang terpenting, dia menambahkan, penerusnya tersebut harus mampu membangun penegakan hukum yang ujungnya mensejahterakan masyarakat.


"Kita ubah gradual. Penegakan hukum bukan hanya menjerakan tapi kita bangun masyarakat supaya sejahtera," tandasnya.

Selain itu, dia melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dalam periode kepemimpinannya. Yaitu, membangun SDM agar tersertifikasi, utamanya terkait jabatan fungsional penyidik.

"Yang tersertifikasi baru 100 orang penyidik," ungkapnya.

Ari Dono Sukmanto juga harus mampu menyelesaikan kasus-kasus yang belum selesai.

"Jaman saya maupun kaba-kaba terdahulu itu juga saya serahkan. Karena Ari Dono punya waktu panjang. Sisa waktu pangkat 3 tahun lebih. Kasus Pelindo itu terjadi sebelum saya. Ibarat naik tangga sudah di level kedua. Tinggal level berikutnya. Kasus Gafatar. Itu di awal saya jadi Kabareskrim itu terjadi. Minggu kemarin ada penahanan. Setelah proses 8 bulan," bebernya.

Bukan hanya itu, menurut dia masih banyak kasus lain yang belum terselesaikan karena penuntasan kasusnya membutuhkan waktu yang relatif panjang. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya