Berita

uskup yuwono/net

Nusantara

Senandung Uskup Tanjung Karang Bernilai Rp 50 Juta

MINGGU, 29 MEI 2016 | 19:45 WIB

Demi pembangunan renovasi Gua Maria Bunda Segala Bangsa, Padang Bulan, Pringsewu, Lampung, Uskup Tanjung Karang Mgr Yohanes Harun Yuwono Pr memenuhi permintaan untuk melelang suaranya. Permintaan dari para penonton itu terjadi dalam acara amal atau charity music concert yang berlangsung di Dom Harverst, Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu kemarin (28/5).
 
Meski mengaku tidak bisa menyanyi karena sulit untuk menghafal, lantunan suara Mgr. Yohanes Harun Yuwono bernilai Rp 50 juta saat menyanyikan lagu Nderek Dewi Maria. Dengan mengenakan pakaian kebesaran seorang Uskup Mgr Yuwono dengan mantap dan nyaring menyanyikan bait demi bait, senandung pujian yang sangat terkenal dalam devosi masyarakat Katolik Jawa kepada Bunda Maria. Tidak tanggung-tanggung dalam menyanyikan lagu Mgr Yuwono diiringi oleh Musica Sacra Orchestra yang didirikan oleh T Hary Dwi Atmoko, yang juga Ketua Panitia malam amal tersebut.
 
Namun kerendahan hati nampak dalam kata pembuka Uskup Tanjung Karang tersebut sesaat sebelum lantunan dimulai.


"Saya sebenarnya tidak bisa menyanyi karena untuk menghafal lagu yang singkatpun sulit sekali. Bahkan untuk menyanyikan lagu ini saya harus membuat contekan. Namun bagi saya, sekalipun tidak bisa menyanyi dengan baik. Saya harus melakukannya demi menghargai banyak orang yang dengan tulus telah bekerja bagi pembangunan dan renovasi Gua Maria Bunda Segala Bangsa yang terletak di wilayah Keuskupan Tanjung Karang," ujarnya.
 
Gua Maria Padang Bulan merupakan salah satu destinasi wisata reliji bagi umat Katolik Indonesia dan yang sering disebut dengan nama Lourdes Van Lampung. Berdasarkan sejarah yang ditulis oleh Uskup Tanjung Karang, mendiang Mgr Andreas Henrisoesanta, pendahulu Mgr Yuwono, tempat didirikannya Gua Maria Sendang Padang Bulan pada mulanya adalah tempat untuk bersembunyi bagi para imam dan masyarakat sekitar pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942 yang kemudian disusul pada 1949. Saat itu agresi Belanda mulai masuk ke Pringsewu.
 
Tempat ini menjadi lokasi bagi para gerilyawan untuk menyusun siasat dan beroperasi bahu-membahu berjuang melawan penjajah. Pada masa itu, air sebagai kebutuhan vital sangat sulit didapat, namun di lokasi ini ada sebuah mata air atau sendang yang tidak pernah kering. Akhirnya untuk menjawab kerinduan umat kristiani akan sebuah tempat ibadah, dibangunlah Gua Maria di lokasi tersebut dan diberi nama Gua Maria Sendang Padang Bulan.
 
Dalam menyanyikan lagu Nderek Dewi Maria, Uskup Tanjung Karang itu diiringi Musica Sacra Orchestra serta didampingi Lisa A Riyanto, yang merupakan bintang tamu bagi pagelaran malam dana tersebut. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya