Berita

uchok sky khadafi/net

Hukum

Uchok: KPK Harus Turun Tangan Supaya BUMD Tidak Keenakan Korupsi

JUMAT, 27 MEI 2016 | 19:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kalau memang Kejaksaan Agung "lumpuh" dan tidak mampu menangani perkara dugaan korupsi di BUMD Jakarta seperti PT Jakpro dan PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) maka lebih baik kasus yang ditanganinya diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian dikatakan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafy.

Ia menyorot kasus dugaan korupsi pengalihan lahan milik Pemprov DKI seluas 5 ribu meter persegi di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Kasus ini sebetulnya sudah punya tiga tersangka  yakni Freddie Tan alias Awi selaku Direktur Utama (Dirut) PT. Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP/Ancol Beach City), Komisaris PT. Delta Jakarta, Oky Sukasah, dan mantan Dirut PT. Jakarta Propertindo (BUMD) I, Gusti Ketut Gede. Nama Freddie Tan juga terseret dalam perkara lain yang menyangkut Ancol.


"Kalau memang kejaksaan di bawah Prasetyo itu lumpuh, tidak melanjutkan kasus ini, padahal sudah sempat serius di masa lalu, lebih baik kasus ini diambil KPK agar lebih jernih untuk mengungkapnya," kata Uchok.

Menurut dia, wajar kalau persepsi publik negatif terhadap Kejaksaan karena kasus-kasus korupsi besar cenderung lamban penanganannya.

"Kalau kejaksaan publik pahamlah, apalagi korupsinya lebih Rp 78 miliar itu cukup manislah seperti gula," imbuhnya.

Ia meminta KPK ambi alih kasus ini karena sudah meresahkan publik. Kasus ini sebetulnya mengemuka sejak era Jaksa Agung Basrief Arief yang kemudian ditindaklanjuti Jampidsus dengan membentuk tim. Berbekal alat bukti yang cukup, dan keterangan saksi di lapangan, tim menyimpulkan ada dugaan pengalihan lahan yang menyalahi aturan.

"Sedetail apapun kasus itu harus diperiksa. Ini kan seolah kerjasama antara BUMD dengan swasta tapi ternyata ada temuan dugaan kroupsi," tegas Uchok.

Dia juga yakin, KPK bisa membuka kasus sampai ke akarnya. Dengan demikian, BUMD-BUMD tidak lagi ketagihan untuk bermain-main dengan uang rakyat.

"Keenakan sudah BUMD Jakarta itu seolah banyak bisnis kerjasama padahal ada dugaan permainan," kata dia.

Uchok pun yakin kerugian negara akibat kasus ini tidak sebatas puluhan miliar rupiah.

"Ini kan baru kelihatan segitu, tapi kalau dibuka ke kasus lain akan bertambah angka dan tersangkanya," ucapnya yakin.

Ia meminta ketiga orang yang menjadi tersangka itu untuk menjadi justice collabarator untuk membuka keterlibatan pelaku korupsi yang lain.

"Mereka yang lebih tinggi posisinya masih senyum-senyum," ucap Uchok.

"Penting untuk kita minta ke kejaksaan agar menyerahkan kasus ini ke KPK, atau KPK ambil alih. Kalau KPK serius, seminggu dua minggu sudah ada tersangka baru," pungkasnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Bedakan Es Gabus dengan Spons Saja Tidak Bisa, Apalagi Ijazah Asli

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:09

Mendesak Pemberlakuan Cukai MBDK

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:03

Paling Ideal Kedudukan Polri di Bawah Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:21

MBG Lebih Mendesak, Lapangan Kerja Nanti Dulu Ya!

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:16

Eggi Sudjana Cs Telah Jadi Pelayan Kepentingan Politik Jokowi

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:11

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

PKR Tatap Pemilu 2029 Mengandalkan Kader Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:09

Kubu Jokowi akan Terus Lancarkan Strategi Adu Domba terkait Isu Ijazah Palsu

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:04

Ahmad Luthfi Menghilang saat Bencana Menerjang Jateng

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:38

Roy Suryo akan Laporkan Balik Eggi Sudjana Cs

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:15

Selengkapnya