Berita

net

Hukum

Cegah Korupsi, PT Abipraya Gandeng KPK

KAMIS, 26 MEI 2016 | 17:54 WIB | LAPORAN:

PT Brantas Abipraya bekerja sama dengan Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan diskusi panel dengan tema 'Menciptakan Iklim Korporasi yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme'.

Komisaris Utama PT Abipraya Haryadi mengatakan, diskusi digelar sebagai komitmen dalam mencegah praktik korupsi di perusahaan BUMN bidang konstruksi tersebut.

"Tentunya jika tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme di Abipraya kita bisa kerja dengan aman, tentram. Dan pastinya kita bisa sama-sama menjaga martabat perusahaan yang selama ini sudah memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat," jelas Haryadi di Gedung Abipraya, Cawang, Jakarta (Kamis, 26/5).


Menurutnya, PT Abipraya siap bekerja sama dengan KPK dalam memberantas korupsi di Abipraya. Dia pun tidak segan untuk melaporkan jika ada pejabat di Abipraya yang terindikasi melakukan korupsi.

"Kami tidak toleran terhadap korupsi karena korupsi bisa menghancurkan perusahaan dan kita semua. Oleh karena itu, saya berharap hal ini menjadi kepedulian kita semua," ujar Haryadi.

Haryadi berjanji pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan KPK guna mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Abipraya.

"Tentunya kerja sama kali ini bukan yang pertama dan terakhir karena kita akan terus menjalin komunikasi dengan KPK. Setelah itu, Abipraya akan membuat MoU pakta integritas dengan KPK," pungkasnya. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya