Berita

Hukum

Kapolri: Banyak Kasus Terungkap Dalam Kerja Sama SOMTC ASEAN

SELASA, 24 MEI 2016 | 11:24 WIB | LAPORAN:

Polri mempunyai kepentingan dalam pertemuan acara Senior Official Meeting on Transnational Crime (SOMTC) ASEAN yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Demikian disampaikan Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti saat berbincang dengan wartawan terkait pertemuan tersebut, Selasa (24/5).

"Banyak kasus yang bisa diungkap. Kasus-kasus yang terkait jaringan internasional banyak kita ungkap berkat kerja sama antara kepolisian Indonesia dengan Thailand, Malaysia termasuk Singapura. Baik terkait masalah illicit drug trafficking, people smuggling, termasuk juga terorism," ujar Badrodin.


Kerja sama ini termasuk adanya orang yang  berangkat ke Suriah bergabung dengan ISIS dapat dicegah di Malaysia, Singapura.

" Termasuk kerja sama dengan otoritas di Singapura terkait pemulangan HA. kalau tidak ada kerja sama tidak bisa. Juga BMM banyak kerja sama dengan negara lain mengungkap kasus besar," paparnya.

Dalam kegiatan yang sudah berlangsung ke-16 kalinya ini, Kapolri mengingatkan 11 pembahasan pokok kejahatan transnasional yang harus diberantas.

"11 pokok kejahatan yang sepertinya cukup sulit untuk ditangani satu negara, sehingga membutuhkan kerjasama dengan negara-negara lain," ungkapnya.

11 pokok kejahatan transnasional yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini seperti Counter Terrorism, Cyber Crime, Trafficking in Person, Illicit Drugs, Trafficking, Money Laundering, Arms Smuggling, Sea Piracy, International Economic Crime, Wildlife And Timber Trafficking, People Smuggling dan Illegal Fishing.

Pertemuan ini diikuti 10 negara ASEAN dan juga diikuti negara-negara diluar ASEAN yang termasuk Member Status seperti Rusia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, AS, India, New Zealand, Kanada, Uni Eropa ditambah Asia- Australia. [zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya