Berita

net

Hukum

Pengamat Apresiasi Sikap Kooperatif PT Abipraya

SENIN, 23 MEI 2016 | 17:37 WIB | LAPORAN:

Sikap kooperatif kerja sama yang dilakukan PT Brantas Abipraya dalam mengungkap kasus suap yang dilakukan Direktur Keuangan Sudi Wantoko dan GM Pemasaran Dandung Pamularno patut diapresiasi.

Beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Sudi dan Dandung dalam kasus penyuapan oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang diduga sebagai upaya penghentian kasus korupsi yang dilakukan Sudi tahun 2011-2012. Selain itu, KPK juga menangkap Marudut selaku perantara antara Sudi dan oknum jaksa.

"Kita patut apresiasi PT Abipraya sebagai korban dalam kasus ini telah bersikap kooperatif dengan KPK dan Kejati DKI dalam mengungkap kasus yang dilakukan dua oknum tersebut. Mereka tidak melindungi tersangka dan bahkan telah memecat dua orang itu dari Abipraya," jelas pemerhati hukum dari Universitas Padjajaran (Unpad) Muhammad Mirza Harera kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/5).


Meski demikian, dia mengingatkan agar KPK cepat mengungkap siapa jaksa yang akan menerima suap dari oknum di BUMN tersebut. Sebab, jika tidak segera ditetapkan menjadi tersangka maka bukan tidak mungkin dakwaan kepada Sudi dan Dandung menjadi lemah.

"Pembuktian percobaan penyuapan itu lemah. Apalagi tidak ada keterangan dari orang yang akan disuap," ujar Mirza.

Dia juga meminta KPK untuk all out dalam menangani kasus itu serta tidak terpengaruh oleh tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

"KPK jangan takut karena mereka didukung rakyat. Jangan sampai kasus korupsi ini terhenti karena KPK diintervensi oleh kekuatan besar atau kekuatan politik lain," pungkas Mirza. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya