Berita

sony kok/net

Hukum

Mensos Minta KY Periksa Vonis Sony Koko

SENIN, 23 MEI 2016 | 11:08 WIB | LAPORAN:

Komisi Yudisial (KY) diminta turun tangan mengecek vonis sembilan tahun dan denda Rp 250 juta kepada Sony 'Koko' Sandra, pengusaha di Kediri, Jawa Timur yang menjadi pelaku pemerkosaan 58 anak di bawah umur.

"Saya ketemu seorang anak yang menjadi korban dia, tapi anak itu tidak menjawab apa-apa, sepertinya dia mengalami trauma cukup mendalam. Karena itu saya kira KY perlu turun," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta (Senin, 23/5).

Dia mengaku heran vonis hakim terhadap Sony Koko bisa lebih ringan dari ketentuan seharusnya.


"Kalau Undang-Undang Perlindungan Anak memberi sanksi maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar, tapi hanya kena sembilan tahun dan denda Rp 250 juta. Tentu tidak sebanding dengan trauma yang dialami puluhan anak yang menjadi korban," jelas Khofifah.

Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual akan mengalami trauma yang dalam dan berkepanjangan. Sebab itu, pelaku seharusnya bisa mendapat hukuman yang lebih berat seperti seumur hidup atau hukuman mati.

"Jika korban tidak satu anak, maka bisa ditambahkan hukuman kebiri kimiawi, alat deteksi elektronik atau publikasikan identitas," tegas Khofifah.

Pada Kamis lalu (19/5), Pengadilan Negeri Kota Kediri menjatuhkan vonis terhadap Sony Koko berupa hukuman penjara sembilan tahun dan denda Rp 250 juta. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 13 tahun penjara. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya