Berita

net

Hukum

Sanksi Untuk Lion Air Dan Air Asia Sangat Ringan

KAMIS, 19 MEI 2016 | 13:05 WIB | LAPORAN:

Kejadian salah menurunkan penumpang penerbangan internasional di terminal domestik oleh maskapai Lion Air dan Air Asia tidak bisa dianggap enteng.

Pasalnya, bisa saja kesalahan tempat itu merupakan hasil konspirasi antara pilot dengan penjahat seperti penyelundup untuk menghindari pemeriksaan ketat pada penerbangan internasional.

"Ini tidak boleh dianggap enteng, karena antar negara," ujar anggota Komisi V Syarif Abdullah Alkadrie di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/5).


Karenanya, dia mendesak Kementerian Perhubungan untuk berlaku tegas.

"Harus diperiksa, harus ada sanksi, rutenya dibekukan. Kalau terjadi lagi bisa dicabut izinnya," desaknya.

Sebelumnya, Kemenhub telah memberikan sanksi pembekuan ground handling selama lima hari kepada Lion Air dan Air Asia, untuk mencari ground handling selain dari pihak maskapai keduanya.

Menanggapi itu, Syarif merasa sanksi yang diberikan terlalu ringan.

"Kalau sanksi cuma lima hari seolah tidak terjadi apa-apa. Kalau dia bisa bawa senjata pembunuh massal, ini kan tidak bisa dideteksi. Kalau saya secara pribadi tidak sesuai, bisa terjadi lagi. Saya pikir pemerintah harus evaluasi, ada maskapai yang berulang-ulang, dari delay yang selalu mereka lakukan berulang-ulang," lanjutnya.

Syarif mendesak, Kemenhub untuk memberikan peringatan keras kepada kedua maskapai tersebut. Bukan hanya itu, dia juga mendesak pemerintah untuk memeriksa apa motif pilot lakukan kesalahan penurunan penumpang tersebut.

"Dalam RDP (rapat dengar pendapat) dengan Kemenhub akan kami tanyakan," pungkas politisi Partai Nasdem tersebut. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya