Berita

Keliling Pulau Jawa Dengan Bahan Bakar Plastik, Teknik Mesin Usakti Raih Rekor MURI

RABU, 18 MEI 2016 | 21:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Trisakti meraih penghargaan Musium Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi perjalanan non stop terjauh dengan kendaraan berbahan bakar solar plastik.

"Kreasi mahasiswa Teknik Mesin Usakti menggunakan bahan bakar solar plastik dan mengeliliingi 50 kabupaten kota di pula Jawa sangat kami apresiasi. Karena itu, rekor ini layak mereka raih karena melakukan perjalanan non stop terjauh melintas lingkar pula Jawa menggunakan kendaraan berbahan bakar solar plastik," ujar Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo, MIB saat menyerahkan Piagam Penghargaan MURI di Kampus Usakti, Jakarta, Rabu (18/5).

Turut hadir dalam acara penyerahan piagam, Rektor Usaksi Prof Dr Thoby Mutis serta pejabat rektorat lainnya. Rekor MURI ini diraih berkat kesuksesan Mahasiswa Teknik Mesin Usakti mengembangkan bahan bakar solar dengan memanfaatkan limbah berupa plastik polypropylene sebagai campurannya.

Ketua Tim Pelaksana Nurfadli uji bahan bakar alternatif ini dibuat untuk memberikan pengetahuan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif berbasis limbah plastik sangat dimungkinkan.

"Kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk apreasiasi dalam memperingati Dies Natalis 50 tahun Teknik Mesin Usakti," ujarnya.

Sebelumnya, pada 12 Mei 2016 lalu, Tim MURI memulai perjalanan mengelilingi pulau Jawa dengan menggunakan bahan bakar solar plastik. Setelah berhasil mengelilingi 50 kota selama 7 hari, akhirnya tim mahasiswa ini kembali ke Usakti pada 18 Mei 2016.

Dia mengaku, biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan bakar ini tidak terlalu mahal. Secara ekonomis, biaya yang dibutuhkan terjangkau. Hanya saja, untuk mendapatkan bahan baku seperti plastik tidak mudah. Apalagi, plastik-plastik yang dibutuhkan belum dipisahkan dari jenis sampah yang lainnya.

"Ini salah cara mengurai persoalan sampah yang ada di Indonesia," tuturnya.

Lebih jauh dia yakin, temuan ini menjadi sumber energi alternatif ke depan. Namun syaratnya, pengelolaannya bagus.

"Saya kira, ini bisa menjadi sumber bahan bakar alternatif. Ini energi alternatif, cuman pengelolaan sampah di Indonesia masih kurang bagus," ujarnya.

Seandaianya tumpukan sampah di Indonesia dikelola dengan baik, kata dia, maka Indonesia tidak akan kekurangan sumber energi alternatif.

"Semua tergantung good willpengambil kebijakan," terangnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya