Berita

net

Bisnis

Kadin: Saatnya Korsel Tingkatkan Investasi Di Indonesia

SELASA, 17 MEI 2016 | 19:14 WIB | LAPORAN:

Delegasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menghadiri forum bisnis di Seoul, Korea Selatan bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri kabinet.

Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo mengatakan, pihaknya mengadakan pertemuan dengan Kadin Korsel dan Korea Cyber Hankuk.

Menurutnya, Indonesia memiliki peranan penting di kawasan Asia yang merupakan panggung ekonomi dunia sekarang ini. Sebab, kawasan Asia dihuni oleh 4,5 miliar penduduk dunia. Bahkan, dua dari tiga negara dengan ekonomi terbesar di dunia ada di benua ini yaitu Tiongkok dan Jepang setelah Amerika Serikat.


Eddy menjelaskan, dengan gambaran seperti itu maka Indonesia sebagai bagian dari Asia merupakan negara yang dapat menjadi panggung ekonomi terpenting dan terakhir.

"Karena potensi ekonomi yang tersedia sangat besar dan juga dari segi jumlah penduduk,"  katanya kepada redaksi, Selasa (17/5).

"Oleh karena itu kini saatnya para investor dunia dan terutama Korea Selatan untuk meningkatkan investasinya di Indonesia," tambah Eddy.

Menurut Eddy, para pengusaha Korsel telah lebih dari 20 tahun berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, ke depan, Kadin akan berupaya mengajak investor Korsel lebih banyak berinvestasi di dalam negeri. Sebab, potensi perekonomian maupun investasi di Indonesia semakin baik.

"Karena itu, kami akan mengajak lebih banyak investor lagi masuk ke Indonesia," ungkap pengusaha asal Palembang tersebut.

Eddy mengaku optimis bahwa upaya itu akan berhasil, mengingat Indonesia memiliki banyak potensi bisnis yang besar.

Diketahui, Presiden Jokowi pada Senin (16/5) melakukan temu bisnis bersama ratusan pengusaha asal Korsel dalam rangkaian lawatan kerjanya ke Negeri Ginseng.

"Intinya akan ada dua cluster besar. Satu cluster pertemuan bisnis, kedua yang kenegaraan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menemani Presiden.

Ditambahkan Retno, dalam forum bisnis, Presiden Jokowi menggelar diskusi dengan 400-500 pengusaha di Korsel yang membahas potensi kerja sama perdagangan dan investasi bilateral. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya