Berita

ilustrasi/net

GP Ansor: Akhiri Konflik Atas Nama Agama!

KAMIS, 12 MEI 2016 | 23:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semua pihak di berbagai belahan dunia harus mengakhiri konflik atas nama agama. Pesan kemanusiaan dari masing-masing agama harus lebih mengemuka daripada pesan berperang demi agama.  

Demikian disampaikan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, agama memiliki paradoks yang melekat dalam dirinya, satu sisi menjadi alat perdamaian dan di sisi lain menjadi alat penghancuran.

"Pada saat dunia jatuh pada situasi kacau seperti sekarang ini, kita yang mengerti dan paham tentang paradoks agama tadi memiliki tanggungjawab yang besar untuk membendung sifat destruktif agama agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan yang lebih besar," kata Yaqut dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 12/5).


Saat ini, sambungnya, konflik atas nama agama terus berlangsung di berbagai belahan dunia. Pembantaian manusia oleh kelompok yang mengatasnamakan ISIS dan Alqaedah di Timur Tengah, pengucilan muslim Rohingya oleh mayoritas Budha di Myanmar, hingga ancaman terror bom di Indonesia merupakan bukti kongkret konflik atas nama agama.

"Akar dari masalah ini adalah sifat manusia itu sendiri, dan khususnya kecenderungan pemeluk agama melihat diri mereka sebagai kelompok yang eksklusif, yang berbeda dan lebih unggul dari agama lain," demikian Yaqut. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya