Berita

net

Hukum

SUAP PODOMORO

KPK Temukan Bukti Baru Dari Pemeriksaan Ahok

KAMIS, 12 MEI 2016 | 21:30 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan terus menggali dan mengumpulkan fakta dan bukti terkait pertemuan Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan beberapa anggota DPRD DKI dengan Chairman Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pengalian fakta dan bukti tersebut melalui pemeriksaan saksi-saksi yang telah dipanggil penyidik, termasuk pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa kemarin (10/5).

"Masih terus berkembang, banyak temuan-temuan baru. Mungkin nanti ada tindak lanjut, tapi kami masih kumpulkan fakta bukti. Mudah-mudahan nanti segera ada pengumuman," jelasnya kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta (Kamis, 12/5).


Menurut Agus, pihaknya mendalami apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut, serta keterkaitannya dengan suap pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta. Meski demikian, dia belum bisa mengungkapkan temuan-temuan baru yang didapat dari hasil penggalian informasi.

"Ya, itu tadi kita mendalami pertemuan mereka itu ngapain, kemudian ada apa aja yang bisa diungkapkan. Jadi, terus terang saya belum bisa mengungkapkan secara detail mengenai itu," pungkasnya.

Diketahui, kasus suap raperda reklamasi Teluk Jakarta terbongkar ketika KPK mencokok Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi dan Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro pada 31 Maret lalu. Sanusi baru saja menerima uang dari Trinanda melalui seorang perantara.

Lembaga anti korupsi mengamankan uang sebesar Rp 1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Partai Gerindra itu diketahui telah menerima sekitar Rp 2 miliar dari Agung Podomoro secara bertahap.

Uang dimaksud sebagai suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, pemerian suap juga terkait Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

KPK menetapkan tiga tersangka pada kasus ini, yakni M. Sanusi, Trinanda, dan Presiden Direktur Agung Podomoro Ariesman Widjaja yang semuanya sudah mendekam di rumah tahanan.

Di tengah berjalannya penanganan kasus, pertemuan para legislator DKI dengan Sugianto Kusuma alias Aguan, bos Agung Sedayu Group yang juga menggarap proyek reklamasi mengemuka. Isi pertemuan tengah didalami penyidik.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menduga pertemuan tersebut merupakan rangkaian proses dan penyertaan masing-masing pihak terkait konstruksi kasus.

Beberapa pentolan legislator DKI disebut hadir dalam pertemuan pada Januari 2016 itu. Mereka diantaranya Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M. Taufik, Wakil Ketua DPRD Mohamad Sangaji, Ketua Komisi D DPRD M. Sanusi serta Ketua Pansus Reklamasi Selamet Nurdin.

Saut tidak menampik kasus suap terkait pembahasan raperda bisa dikembangkan dari temuan hasil penyelidikan dari pertemuan tersebut.

"Bisa saja kasusnya berkembang," paparnya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya