Berita

amin/rmol

Bisnis

Konverter Kit Nelayan, Lokal Wisdom Karya Amin Ben Gas

KAMIS, 12 MEI 2016 | 13:03 WIB | LAPORAN:

Sosok Amin Ben Gas patut menjadi teladan dan diapresiasi, terutama dalam upayanya mendukung Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Amin berhasil membuat konverter kit BBM ke gas bagi nelayan di tempatnya tinggal, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Saat ini, semua nelayan di Kubu Raya sudah menggunakan masterpiece dari Amin tersebut.

Amin menyebut konverter kit buatannya ini merupakan karya lokal wisdom atau kearifan lokal. ABG (Amin Bensin Gas) dinamainya ini merupakan generasi ke 9, sejak ia mulai merakit konverter gas tahun 2010.


"Kenapa kearifan lokal, karena setiap generasi yang kita hasilkan merupakan hasil masukan dari nelayan untuk penyempurnaan. Kalau ada nelayan yang mengeluhkan kekuarangannya, segera kita sempurnakan, hingga generasi ke 9," kata Amin di Kubu Raya, Kamis, (12/5).

Cara kerja konverter kit karya Amin sederhana, alat yang berbentuk persegi dengan ketebalan lima cm berwarna biru  disambungkan melalui pipa dari mesin kapal ke gas elpiji. Konverter akan mengalirkan gas ke mesin.

Amin memang mendedikasikan karyanya ini untuk nelayan. Generasi 9 konverter miliknya ini bisa digunakan untuk berbagai macam mesin, seperti genset dan mesin lainnya, sehingga tidak lagi menggunakan bensin.

"Mesin kecil masuk, besar masuk, merk apa aja bisa masuk. Kalau kita dagang, tentunya kita bikin tiap-tiap mesin kita bikin beda konverternya, ini kita bikin satu, karena memang untuk nelayan, biar mereka gampang kerjanya," ujar Amin yang berasal dari keluarga nelayan Kubu Raya.

Ide membuat konverter kit ini diceritakan Amin ketika kelangkaan bahan bakar minyak kerap dirasakan nelayan.
Di Kalimantan Barat, musim hujan dan musim kemarau sangat berpengaruh terhadap pasokan minyak ke nelayan.
Jika masuk musim ombak besar, kapal-kapal besar pengangkut BBM biasanya akan tertahan sehingga pasokan BBM ke nelayan terhambat. Begitu pun saat musim kemarau, kapal-kapal banyak yang kandas, sehingga menghalangi kapal besar pengangkut BBM masuk ke pelabuhan.

Karena stok BBM kerap langka, nelayan di Kalimantan Barat menjadi jarang melaut, atau harus bersusah payah menggunakan dayung jika ngotot mencari ikan demi kebutuhan keluarga.

"Saya keluarga nelayan, kita dari kecil dari nelayan. Permasalahannya kita tahu. 80 persen biaya operasional nelayan itu di bahan bakar," tutur Amin yang mengaku sarjana ekonomi sosial pertanian.

Kebijakan pemerintah mengkonversi minyak tanah ke gas menjadi awal mula ide Amin membuat konverter kit bagi nelayan. Di awal-awal inovasinya, banyak diiringi kegagalan, dan nelayan juga takut menggunakan elpiji karena khawatir meledak.

Amin mengaku, inovasinya ini dihasilkan dari dana pribadi. Bahkan karena keadaan sulit, konverternya masih butuh penyempurnaan, dia terpaksa menjual rukonya di Pontianak dan menjual dua mobilnya.

"Kalau tanya pernah gagal, lebih banyak gagalnya. Mesin rusak udah semobil itu, berapa kali gagal. Mesin itu kan buat bensin, mau kita selaraskan ke gas, mencari titik temu ini yang susah," ceritanya.

"Ini saya melihat ada tantangan, saya yang memiliki pendidikan, melihat persoalan nelayan, apa saya akan diam saja? Saya harap pemerintah mendukung ini, membeli konverter kit ini untuk dibagikan ke nelayan-nelayan, itu harapan saya," imbuhnya.

Di tengah kehadiran pihak dari Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Amin berharap pemerintah mengawalnya untuk "bertarung" dengan produk-produk konverter kit impor yang sewaktu-waktu bisa saja menguasai pangsa pasar karena kekuatan finansial. Konverter kit ABG kini sudah memiliki SNI, dan pabriknya beralamat di Cikupa, Cikarang. Amin menginginkan, produksi konverter kit ciptaannya, diborong oleh pemerintah untuk dibagikan ke nelayan-nelayan.

"Saat ini masih tarik menarik antara produk impor dan lokal. Kita berharap keberpikan Pemerintah kepada industri dalam negeri. Kita sudah berbuat, aturan sudah kita ikutin, sudah SNI, hak paten, hasil uji, pabrik sudah ada barang sudah ada. Kita juga sudah buat semua jenis mesin, ini buat dua silinder juga sudah kita buat. Bukan hnya untuk nelayan, untuk genset, mesin pakan, pompa air, bisa kita gunakan," papar Amin.

Perjalanan konverter kit ABG ini, yang awalnya hanyalah diproduksi di bengkel tepi sungai, kini sudah memiliki pabrik dan mempekerjakan pegawai. Dalam sehari, pabrik konverter kit ABG menghasilkan seribu hingga 2 ribu unit per hari. Bahkan, luar negeri berminat terhadap konverter kit milik Amin ini.

"Sri Lanka udah penjajakan. Katanya mereka berminat. Saya ingin kerjasama dengan pemerintah, untuk kebutuhan nelayan. Tidak hanya nelayan Kalbar tapi seluruh Indonesia," ujar Amin yang enggan menjual pabriknya ini ke salah satu BUMN.

Kini Amin sedang mempersiapkan konverter kit miliknya untuk menjadi pemasok utama konverter kit bagi nelayan di Indonesia.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya