Berita

net

Dunia

Blokade Israel Bikin Gaza Gelap Gulita

SELASA, 10 MEI 2016 | 21:26 WIB

Krisis listrik di Jalur Gaza sangat mempengaruhi kehidupan warga Palestina sehari-hari. Dari mulai membuat makanan, mendapatkan perawatan medis hingga mencari nafkah.

Hal yang tentu berbahaya bagi aspek kehidupan lain. Pekan lalu, tiga bersaudara terbakar hidup-hidup setelah lilin yang mereka gunakan selama pemadaman listrik membakar rumah.

Gaza saat ini berada dalam jadwal delapan jam pemadaman dan delapan jam penerangan. Tapi hal itu tidak dapat diandalkan dan masih bisa berubah setiap waktu.


Permasalahan ada pada distribusi yang tidak merata, dan pemotongan hingga umumnya dua jam selama setiap rentang delapan jam. Pengeboman pembangkit listrik di Gaza pada 2006 membuat situasi penerangan semakin buruk sampai saat ini.

Pembatasan akses listrik yang diberlakukan sebagai bagian dari blokade pemerintah Israel di Gaza. Ditambah dengan sanksi-sanksi yang diberikan semakin menjauhkan harapan penduduk Gaza mencapai kesejahteraan.

Sementara itu, otoritas Palestina di Ramallah dan otoritas Hamas di Gaza telah berada pada jalan buntu untuk mencari jalan keluar mengatasi krisis yang terjadi. Pekan lalu pada saat pemakaman dari tiga bersaudara yang menjadi korban kebakaran, pemimpin senior Hamas Ismail Haniyeh menyalahkan krisis listrik pada kebijakan otoritas Palestina. Seperti memaksakan pajak bahan bakar dan menolak untuk membangun pipa gas guna meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.

Al Jazeera (Selasa, 10/5) melaporkan gambaran langsung dari lapangan perihal kelangsungan hidup penduduk Gaza yang terbebani krisis listrik dengan cara berbeda. Salah satunya keluarga Al-Ararir Shujayea yang masih tinggal di karavan darurat yang dibangun di halaman rumah mereka setelah hancur di Distrik Shujayea. [mag/wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya