Berita

basuki purnama/net

Nusantara

Ahok: Warga Lauser Kebanyakan Pengontrak

SENIN, 09 MEI 2016 | 17:08 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mayoritas dari 63 kepala keluarga yang menghuni lahan seluas 2.084 meter persegi di Jalan Lauser, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, adalah pengontrak.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kesimpulan itu berdasarkan penelusuran jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Lahan tersebut memang pernah dimiliki PAM Jaya. Namun sekitar tahun 1950-an, PAM mengizinkan pegawainya untuk tinggal di sana


Ahok jelaskan, jumlah keluarga yang merupakan keturunan dari pegawai PAM Jaya yang tinggal di sana sejak tahun 1955 hanya delapan kepala keluarga. Sisanya adalah warga yang mengontrak pada pegawai PAM Jaya.

"(Penghuni) yang lain menyewa," ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/5).

Ahok menilai fakta itu bisa dijadikan dasar oleh Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan penertiban. PAM Jaya hendak menyerahkan lahan itu kepada Pemerintah Provinsi DKI untuk dijadikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Di pihak lain, warga menolak penertiban karena menganggap sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki PAM Jaya dan bertanggal 24 Agustus 2012 diperoleh dengan cara yang janggal.

Ahok tidak peduli. Ia tegaskan, pemerintah tidak mungkin mengizinkan warga bertempat tinggal di atas lahan yang peruntukkannya adalah Ruang Terbuka Hijau (zona hijau).

"Kalau Anda (warga Lauser) sewa dan punya KTP DKI, berarti Anda mesti sewa di luar atau kami sediakan rusun (rumah susun) untuk Anda," ujar Ahok. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya