Berita

ilustrasi/net

Politik

Akses Pornografi Di Indonesia Menuju Nomor Satu Dunia?

SABTU, 07 MEI 2016 | 14:03 WIB | LAPORAN:

Indonesia saat ini telah masuk dalam peringkat ketiga di dunia dalam hal penggunaan internet negatif.

Padahal, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan kebijakan untuk memblokir situs-situs yang berbau pornografi.

"Ini suatu yang kontradiksi, pemerintah blok video porno, tapi kok pen-download-nya makin ramai. Karena negara tidak hadir. Itu versi kami," kata Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, Yuliandre Darwis, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5).


Menurutnya, tingkat akses internet negatif yang tinggi terjadi karena sedikit sekali warga Indonesia yang menganggap isu pornografi sebagai isu sangat penting. Terbukti dari sikap publik dalam merespons kematian gadis remaja Yuyun yang diperkosa oleh 14 orang pria.

"Kita hanya berbicara tanpa ada aksi yang terintegral," kata dia.

Menyusul tragedi Yuyun, aparat hukum berbicara dan melakukan upaya hukum, ahli informatika berbicara tentang penyebab dari konten internet negatif, pemerhati anak berbicara tentang perlindungan terhadap mereka. Sayangnya, tidak ada gerakan terkonsolidasi dari semua pemangku kepentingan itu.

"Ada tata kelola komunikasi yang harus dijawab. Saya bilang di sini negara harus hadir. Apa sebetulnya yang terjadi," ujarnya.

"Mari kita samakan frekuensi kita, kita samakan misi kita, kita urut dari level apa. Kalau saya mengatakan ini media (akses internet negatif) masalah," ajaknya.

Jika tidak segera melakukan itu, pria yang akrab disapa Andre ini, khawatir nantinya akses internet negatif di Indonesia tidak hanya menempati posisi ketiga, tetapi tak lama lagi akan naik ke posisi kedua, dan berujung pada posisi jawara atau pertama. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya