Berita

gedung kpk/net

Hukum

Prasetyo, Taufik Dan Merry Kembali Digarap KPK

SELASA, 03 MEI 2016 | 14:10 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta. Kali ini yang digarap adalah Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI yang juga Ketua Baleg DPRD DKI M. Taufik dan Wakil Ketua Baleg DPRD DKI Merry Hotma.

Ketiganya bolak baik dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi dugaan suap pembahasan Raperda zonasi reklamasi dan Raperda tata ruang kawasan strategis pantai utara Jakarta.

Prasetyo datang lebih dulu, politisi PDI Perjuangan itu mengaku dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya terhadap tiga tersangka kasus dugaan suap pembahasan dua Raperda terkait reklamasi di teluk Jakarta.


"Dipanggil saja, untuk 3 orang tersangka," ujar Prasetyo singkat setibanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/5).

Tak berselang lama, Merry memenuhi panggilan lembaga anti rasuah. Tiba di Gedung KPK, Merry yang juga politisi PDIP, langsung masuk ke lobi Gedung KPK.

Setelah kedua politisi itu mulai memberikan keterangannya, giliran M Taufik yang datang ke markas lembaga anti rasuah. Ketua Gerindra DKI itu cukup mengejutkan pasalnya namanya tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan penyidikan yang dirilis Biro Humas KPK.

Tiba sekitar pukul 10.15 WIB, Taufik yang mengenakan batik berwarna biru mengaku kedatangannya untuk memenuhi undangan KPK.

Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai pemeriksaan yang keenam kali hari ini. Dia itu pun bergegas masuk ke lobi Gedung KPK. Dia hanya menyebut, penyidik kemungkinan masih membutuhkan keterangannya untuk mengusut kasus ini.

"Mungkin masih ada yang kurang (dari penyidik)," ungkapnya.

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan ketiganya dipanggil sebagai saksi kasus dugaan suap yang menyeret presdir PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi

Untuk Prasetio dan Merry, dipanggil untuk melengkapi berkas perkara Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja yang telah menjadi tersangka.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AWJ (Ariesman Widjaja)," kata Yuyuk saat dikonfirmasi.

Sedangkan Taufik akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara M. Sanusi yang tak lain adik kandungnya.

"(Taufik) diperiksa untuk tersangka MSN (M Sanusi)," sambung Yuyuk.

Adapun tersangka satu lagi selain AWJ dan MSN adalah Personal Assistant PT APLN Trinanda Prihantoro. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya