Berita

ilustrasi/net

Proses Lelang Vila Kozy Di Seminyak Dinilai Tak Sesuai Aturan

SABTU, 30 APRIL 2016 | 01:20 WIB | LAPORAN:

. Ahli hukum pidana Eddy Hiariej dan ahli hukum perdata yang Guru Besar UGM, Siti Ismiyati Yennie dihadirkan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, baru-baru ini untuk didengarkan keterangannya dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan terkait .

Eddy menyatakan, bahwa proses lelang vila Kozy di Seminyak, Kuta-Bali tidak sesuai aturan dan melawan hukum. Sebab, lelang dilakukan saat objek masih bersengketa di pengadilan.

Seperti diketahui, perkara ini bermula dari kredit macet Rita Kishore dengan terdakwa pejabat kantor lelang Denpasar, Usman Arif Murtopo.

Dari keterangan kedua saksi ahli itu terungkap bahwa terdakwa Usman Arif Murtopo diduga kuat telah menyalahgunakan kekuasaannya ketika melakukan lelang vila Kozy di Seminyak, Kuta-Bali.

Dihadapan Hakim Ketua Edward H Sinaga, Eddy Hiariej  menjelaskan, seorang pejabat bisa dikatakan menyalahgunakan kekuasaan jika bertindak diluar porsi kewenangannya. Dalam hal ini terdakwa Usman
Arif Murtopo diduga telah melampaui kewenangannya melakukan lelang vila Kozy kendati masih dalam sengketa di pengadilan.

Meski Rita sudah berkali-kali memohon penundaan pembayaran kredit, namun vila Kozy yang dijadikan jaminan hutang akhirnya tetap dilelang. Proses pelelangan vila Kozy ini diduga penuh rekayasa. Bahkan vila
Kozy dilelang dengan harga yang sangat murah di bawah harga taksiran pasaran.

Siti Ismiyati Yennie menerangkan, yang berwenang melakukan pelelangan adalah pejabat lelang kelas 1 atau 2. Jika di kemudian hari diketahui ada kesalahan misalnya melanggar hukum, menurut Siti, yang bertanggung jawab adalah pejabat lelang yang bersangkutan. Sedangkan pimpinan pejabat lelang hanya bertugas sebagai pengawas.

"Jika dalam suatu lelang ada perbuatan yang menyalahi aturan, maka yang bertanggung jawab adalah pejabat lelang. Atasannya hanya mengawasi," tandas Siti. [ysa]

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Kaki Kanan Aktor Senior Dorman Borisman Dikubur di Halaman Rumah

Kamis, 02 Mei 2024 | 13:53

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Bocah Open BO Jadi Eksperimen

Sabtu, 27 April 2024 | 14:54

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

UPDATE

Pilkada 2024 jadi Ujian dalam Menjaga Demokrasi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 23:52

Saling Mengisi, PKB-Golkar Potensi Berkoalisi di Pilkada Jakarta dan Banten

Sabtu, 04 Mei 2024 | 23:26

Ilmuwan China Di Balik Covid-19 Diusir dari Laboratoriumnya

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:54

Jepang Sampaikan Kekecewaan Setelah Joe Biden Sebut Negara Asia Xenophobia

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:43

Lelang Sapi, Muzani: Seluruh Dananya Disumbangkan ke Palestina

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:35

PDIP Belum Bersikap, Bikin Parpol Pendukung Prabowo-Gibran Gusar?

Sabtu, 04 Mei 2024 | 22:16

Demonstran Pro Palestina Capai Kesepakatan dengan Pihak Kampus Usai Ribuan Mahasiswa Ditangkap

Sabtu, 04 Mei 2024 | 21:36

PDIP Berpotensi Koalisi dengan PSI Majukan Ahok-Kaesang di Pilgub Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 21:20

Prabowo Akan Bentuk Badan Baru Tangani Makan Siang Gratis

Sabtu, 04 Mei 2024 | 20:50

Ribuan Ikan Mati Gara-gara Gelombang Panas Vietnam

Sabtu, 04 Mei 2024 | 20:29

Selengkapnya