Berita

lieus sungkharisma/net

Politik

Bung Hatta Award dan Gus Dur Award Harus Dicabut Dari Ahok

JUMAT, 15 APRIL 2016 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komunitas Masyarakat Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) mendesak Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) dan Keluarga Besar almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk segera mencabut anugerah Bung Hatta Anti Corruption Award dan Gus Dur Award yang sempat diberikan kepada Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Koordinator KomTak, Lieus Sungkharisma mengatakan, ada dua alasan utama mengapa anugerah yang pernah diberikan kepada Ahok itu segera dicabut.  Pertama, katanya, karena Ahok ternyata bukan orang bersih.

"Sebagaimana dinyatakan BPK RI, ada indikasi keterlibatan Ahok dalam kasus korupsi pembelian RS Sumber Waras yang merugikan negara hingga ratusan milyar rupiah," ujar Lieus kepada redaksi, Jumat (15/4).


Kedua, kata Lieus lagi, karena prilaku Ahok sama sekali tidak sesuai dengan sikap dan kepribadian Gus Dur sebagai tokoh humanis dan pembela rakyat kecil.

"Indikasi adanya kerugian negara dalam pembelian RS Sumber Waras sebagaimana yang dinyatakan BPK, serta kasus suap reklamasi Teluk Jakarta yang melibatkan anggota DPRD DKI Jakarta, adalah bukti bahwa Ahok sama sekali bukanlah tokoh yang bersih. Dan karena itu ia tidak pantas menerima anugerah BHACA itu," kata Lieus.

Seperti diketahui, pada tahun 2013 Ahok menerima anugerah Bung Hatta Anti Corruption Award dari Perkumpulan BACHA karena dinilai sebagai pejabat publik yang tergolong bersih. Sedangkan pada Januari 2016 Ahok juga dianugerahi Gus Dur Award oleh Keluarga Besar Gus Dur karena dianggap sebagai politisi yang berani dan tegas, serta anti korupsi.

Namun faktanya, prilaku Ahok yang sangat arogan, berbicara kasar dan tindakannya yang sangat menyakitkan orang kecil, bertolak belakang dengan sikap Gus Dur yang selalu berpihak dan membela rakyat kecil.

Semua fakta tentang Ahok ini, ujar Lieus, sangat bertentangan dengan sikap dan prilaku Bung Hatta maupun Gus Dur.

"Bung Hatta adalah tokoh nasional anti korupsi. Bung Hatta dikenal bangsa Indonesia sebagai tokoh yang satu kata dengan perbuatan. Sedangkan Gus Dur adalah sosok tokoh Bangsa pembela rakyat  yang tidak pernah sudi menyakiti rakyat kecil. Gus Dur adalah tokoh yang sangat anti penggusuran," ujar Lieus.

Adanya dugaan keperpihakan Ahok terhadap para pengusaha sehingga tega menggusur tempat tinggal warga dan menistakan rakyat kecil, kata Lieus lagi, semakin menguatkan bukti bahwa prilaku Ahok sama sekali tidak sesuai dengan sikap, keperibadian dan idealisme Gus Dur.

Atas fakta-fakta itulah, tambah Lieus, Ahok sangat tidak pantas mendapat anugerah award atas nama kedua Bapak bangsa itu.

"Prilaku Ahok selama ini telah mencederai nama besar kedua tokoh bangsa tersebut," jelas Lieus.

Dengan alasan itulah KomTak, kata Lieus, mendesak Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award dan Keluarga Besar Gus Dur agar segera mencabut award yang pernah mereka berikan kepada Ahok.

"Saya yakin, kalau saja Bung Hatta dan Gus Dur masih hidup, kedua tokoh ini pasti akan menangis menyaksikan nama mereka dianugerahkan kepada orang yang prilaku, sikap dan omongannya sama sekali tak bisa jadi teladan," kata Lieus. [dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya