Berita

foto:net

Sopir Sudah Minta Maaf, Masih Aja Dijedotin Ke Bamper

Petugas Sudinhubtrans Jakarta Selatan Dikabarkan Lakukan Penganiayaan
JUMAT, 15 APRIL 2016 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik pengguna media sosial ramai membicarakan arogansi tiga petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jakarta Selatan, yang dikabarkan menganiaya seorang pengendara mobil di jalan raya depan Mall Casablan­ca, Rabu siang (13/04) kemarin. Duduk perkaranya belum jelas, menunggu hasil pemeriksaan.

Insiden yang menjadi viral media sosial itu berawal dari postingan gambar foto di Path akun Shendy. Dia me­nyertakan keterangan gambar tentang insiden di sekitar Mall Casablanca, Rabu siang.

Akun Shendy menuliskan. "Bantu share biar petugas Dishub ini terkenal!! Kejadian di depan Mall Casablanca, pengendara mobil ngerem mendadak nabrak mobil dishub. Pengendara itu udah minta maaf dan minta ampun, tapi malah dikeroyok oleh tiga petugas Dishub. Sampai kepalanya dijedot-jedotin ke bamper mobil. Orang-orang yang misahin malah dipukul dan teriak-teriak gue petugas, lo diem aja gue petugas!!! Mentang-mentang petugas, di mana rasa kemanusian mu? Orangnya su­dah minta maaf masih aja digebukin rame-rame," tulisnya.


Nah, informasi yang disampaikan Shendy melalui media sosial Path, disebarluaskan netizen lain ke jejaring sosial Facebook, Kaskus dan Twitter. Dalam hitungan jam, ban­yak netizen menyorotinya hingga menjadi viral.

Di antaranya pengguna Twitter dengan akun @imronrinaldi mencibir sikap arogan petugas Dishub Jakarta Selatan. "Orang kurang pendidikan dikasih seragam jadi over acting, beraninya cuma lagi pakai seragam, berlindung di balik payung institusi untuk berbuat anar­kis," cibirnya.

Akun @fonagal juga mengecam. "Ente petugas? So kenapa? Malahan buat gue? Ente petugas jangan som­bong! Ente terima gaji dari kami sebagai pembayar pajak! Harusnya ente ngaca!"

Sorotan netizen memaksa petinggi Dishub DKI Jakarta Selatan menyampaikan keterangan pers. Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Pengendalian Sudinhubtrans Jakarta Selatan, Laura Leonika Harianja mewakili institusinya mengatakan, kasus ini tengah diselidiki. "Petugas itu kami nontugaskan dulu," kata Laura seperti dikutip media online, kemarin.

Dia menjelaskan, insiden semacam itu bukan terjadi sekali dua kali saat petugas menertibkan parkiran liar. Meski tidak dapat dibenarkan, na­mun dia menduga insiden terjadi karena kesalahpahaman.

"Intinya, kami hanya menjalankan tugas. Tetapi karena ada perlawanan dari sopir, maka terjadi gesekan seperti ini. Hanya kesalahpahaman," lanjutnya.

"Saat ini kami masih menunggu pemilik mobil Uber Taxi untuk dilakukan penyelesaian," tutup Laura.

Nah, pernyataan Laura tidak meredakan amarah netizen. Sebaliknya, komentar yang terkesan membela anak buah yang salah itu semakin menuai kecaman.

Menanggapi Laura, akun @rohm­an87 mendesak petugas bermental preman seperti itu harus dipecat, tidak cukup dinonaktifkan. "DI NON-AKTIFKAN? Itu mah alasan biar isu tidak meluas. Nanti juga kalau sudah reda itu petugas disuruh kerja lagi. #lagu lama# rahasia umum#," kecamnya.

Akun @alif.milan menimpali, petugas yang bersikap arogan kepada masyarakat tidak pantas dipertah­ankan, "Pecat tuh orang, suruh sekolah lagi."

Netizen lain meminta para petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk tidak arogan, apalagi berbuat anarkis menindak pengguna ken­daraan yang melanggar peraturan. "Jangan main hantem aja bos, cari solusi bukan main hantem aje," tulis akun @adamdinar222.

Ada juga netizen yang menyalah­kan korban. Di antaranya, akun @ istighfar313 meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan petugas Dishub semata. "Petugas-petugas itu juga manusia. Kalau mereka marah saat menindak pelanggaran, ya wajar saja. Apalagi ini sopir pakai kabur," komentarnya.

Akun @AbtZzh juga menyampai­kan hal senada. Menurut dia, tidak apa-apa petugas bertindak anarkis kepada pengemudi yang melanggar, asalkan tidak bertindak sewenang-wenang kepada pengemudi yang taat aturan.

"Tuh orang kan memang salah. Lagian pakai kabur sih, petugas pasti mikir itu orang macem-macem. Kayak bawa mobil curian atau bawa narkoba. Tunggu aja hasil penyelidi­kan," sarannya.

Pengguna jejaring sosial Kaskus juga ramai membicarakan insiden ini. Pengguna akun Cahgum menu­liskan keterangan saksi mata yang ia peroleh.

"Kronologisnya begini: Petugas Dishub bersama Brimob, Polantas dan Garnisun sedang menindak­lanjuti laporan masyarakat terkait parkir liar di pal batu depan kokas. Saat petugas tiba dan turun dari mobil. Pengemudi itu tancap gas hampir menabrak petugas dan menabrak bagian belakang mobil petugas," tulisnya.

Tak sampai di situ, tambahnya, pengemudi yang tidak disebutkan na­manya itu mencoba kabur memacu mobil dan menabrak dua mobil pengendara lain yang melintas.

"Lalu dilakukan pengejaran oleh petugas bersama Brimob. Sampai depan pom bensin Kota Casablanca, pengemudi tersebut hampir menabrak motor-motor. Setelah tertangkap dan diinterogasi, ternyata pengemudi tersebut adalah pengemudi angkutan umum ilegal dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas Brimob ke dalam kendaraannya (takut ada narkoba, soalnya kabur)," tulis pemilik akun cahgum. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya