Berita

Hukum

Pemeriksaan Aguan Dan Sunny Diwarnai Demonstrasi Petani Karawang

RABU, 13 APRIL 2016 | 14:30 WIB | LAPORAN:

Pemeriksaan pemilik Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, dan staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Sunny Tanuwidjaja, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, diwarnai unjuk rasa massa dari Serikat Petani Karawang.

Hampir 100 orang perwakilan petani itu menuntut agar KPK cepat menangkap pemilik Grup Agung Podomoro, Trihatma Kusuma Haliman.

Seperti diketahui, Agung Podomoro terlibat dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, menjadi salah satu tersangka dalam kasus itu.


Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Tani Kabupaten Karawang, Hilal Tamami, PT Agung Podomoro Land (APL) telah merampas tanah petani di Karawang. Dengan bantuan Pengadilan Negeri serta aparat Brimob, APL secara tidak langsung telah melenyapkan hak petani dalam berpoduksi .

"Korporasi seperti APL melakukan pembunuhan secara sistematis terhadap ratusan petani di Karawang," ujarnya

Tamami juga merasa heran mengapa sampai sekarang KPK tidak pernah memeriksa Trihatma Kusuma Haliman yang telah merampas tanah rakyat di berbagai wilayah di Indonesia.

"Kenapa Trihatma tidak diperiksa dan dicekal? Dia aktor utama korporasi yang mewujudkan kepentingan korporasi dengan perampasan," tegas Tamami

Selain melakukan orasi, massa  juga membagikan stiker yang bertuliskan "Tolak pembangunan APL berkedok kawasan Industri, segera kembalikan tanah rakyat". Ada juga gambar tempel yang bertuliskan "Jangan beli saham dan properti Agung Podomoro Land" serta "APL koruptor korporasi dan penjahat HAM, kembalikan tanah petani Karawang".

Sementara di dalam gedung KPK, penyelidik masih memeriksa Aguan dan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta (Basuki Purnama alias Ahok), Sunny Tanuwidjaja.

Keduanya memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya