Berita

Politik

Ini Kepentingan Lain Di Balik Kebuasan Ahok Menggusur Warga Miskin

SELASA, 12 APRIL 2016 | 08:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎Kebuasan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menggusur warga miskin di ibukota yang tinggal di sekitar sungai ternyata berkaitan dengan kepentingan pengusaha besar pengembang reklamasi pantai Jakarta.

"Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta sudah berulang-ulang kali melakukan penggusuran menggunakan aparat TNI dan Polri tanpa melalui mekanisme enam tahapan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,"‎ ujar Direktur Eksekutif Indonesia For Transparency And Akuntability (INFRA) Agus A. Chaerudin ‎kepada redaksi, Selasa (12/4).

‎"Analisa kami, sejak penggusuran Pluit, Pasar Pagi, Kampung Pulo, Kalijodo dan Pasar Ikan, ada kepentingan pengembang reklamasi pulau yaitu pasokan air dari aliran 13 sungai di Jakarta untuk memasok kebutuhan air tawar bagi 17 pulau hasil reklamasi," sambung dia

‎Karena itu, kata dia, tidak mengherankan bila Ahok tetap melaksanakan reklamasi 17 Pulau tanpa payung hukum. Lebih ironis lagi, semuanya dilakukan dengan mengangkangi peraturan perundang-undangan hukum administrasi tata kelola pemerintahan yang berlaku.

‎Agus yakin Ahok tidak akan menjadi gubernur DKI jika tidak ada peraturan perundang-undangan‎ wakil gubernur menggantikan gubernur yang mangkat. Dengan begitu, reklamasi pantai Jakarta yang berbau korupsi tidak akan pernah terjadi.

‎"Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta saja reklamasi ada, dan menggusur paksakan warga pribumi menggunakan kekuatan aparat TNI dan Polri. Dipastikan 1000% jika Ahok terpilih menjadi Gubernur Jakarta dalam pilkada 2017, reklamasi 17 pulau tetap dilaksanakan," katanya.

‎Agus pun membandingkan model kepemimpinan Ahok dengan Komjen Budi Waseso, mantan Kabareskrim yang kini menjabat Kepala BNN. Budi Waseso sangat buas menghalalkan segala cara untuk membasmi kriminalitas dan narkoba, sementara Ahok sangat buas menghalalkan segala cara untuk membasmi warga pribumi dari ibukota.

‎"Apabila Ahok terpilih dalam Pemilu Presiden 2019 jadi Wakil Presiden atau Presiden RI, jangan kaget seluruh wilayah RI ada reklamasi dan menggusur paksa warga pribumi menggunakan aparat TNI dan Polri‎," tukas Agus Cairuddin.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya