Berita

ilustrasi/net

Declaration Human Entrepreneurship Picu Semangat Kewirausahaan Indonesia

MINGGU, 10 APRIL 2016 | 01:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia kembali terlibat dalam acara penandatanganan Declaration Human Entrepreneurship bersama negara-negara anggota International Council for Small Business (ICSB). Kali ini Korea Selatan menjadi tuan rumah dari perhelatan internasional tersebut.

Indonesia mengirimkan tim yang dimpimpin Hermawan Kartajaya selaku President ICSB Indonesia, serta YW Junardhy dan Hendra Warsita, masing-masing sebagai Vice President dan Secretary General ICSB Indonesia.

"Bahwa entrepreneur harus bekerja untuk humanity," ujar Hermawan menanggapi acara penandatangan Seoul Declaration Human Entrepreneurship, Sabtu (9/4/2016).


Event di Seoul ini merupakan pemanasan menuju ICSB Conference tahunan tingkat global yang akan berlangsung tanggal 14-17 Juni 2016 di New York City, AS. Di mana ICSB Indonesia juga menyatakan kesediaan untuk hadir. Keterlibatan dalam ajang ini diharapkan dapat memicu semangat kewirausahaan di Indonesia.

Pada tahun sebelumnya Indonesia bertindak selaku tuan rumah. Dengan rutin ikut berpartisipasi dalam Declaration Human Entrepreneurship ini menunjukan bahwa pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi yang memiliki dampak sosial.

"Deklarasi pertama dilakukan di Jakarta tahun lalu bersama Menteri KUKM," kata Hermawan.

Human Entrepreneurship merupakan sebuah konsep kewirausahaan yang dikembangkan oleh Prof Ki-Chan Kim dari Korea, bersama Tim Indonesia yang diketuai DR Jacky Mussry, Dean MarkPlus Institute.

Prof Kim membagi definisi kewirausahaan ke dalam tiga kategori. Pertama, Entrepreneurship 1.0, yaitu pengusaha yang bekerja untuk dirinya sendiri demi mencari nafkah pribadi. Kedua, Entrepreneurship 2.0, adalah pengusaha yang bekerja untuk sebuah organisasi. Dan Ketiga, Entrepreneurship 3.0 yang bekerja untuk masyarakat dan kemanusiaan.

Sedangkan Hermawan berpendapat  Entrepreneur tradisional itu terdiri dari tiga bagian. Pertama, Entrepreneur 1.0 tentang product centric. Kedua, Entrepreneur 2.0, adalah customer centric. Sedangkan Human Entrepreneurship adalah bagian dari Sociotechnopreneurship, masuk dalam bagian 3.0 dan human centric.

"Ini sejalan dengan pemikiran menteri," pungkas Hermawan yang juga Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga itu. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya